BPD Papua: Dua karyawan BPD Papua Kiwirok dievakuasi ke Jayapura

BPD Papua: Dua karyawan BPD Papua Kiwirok dievakuasi ke Jayapura

Tangkapan layar KKB pimpinan Lamek Tablo membakar sejumlah fasilitas umum di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/9/2021). ANTARA/ANTARA TV.

Jayapura (ANTARA) - Dua karyawan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua Kantor Kas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin pagi, dievakuasi langsung ke Sentani setelah kantornya terbakar.
 
Memang benar dua karyawan BPD Papua saat ini sudah dievakuasi dengan menggunakan pesawat milik AMA, kata Direktur Operational BPD Papua Isak Wopari kepada Antara, Senin di Jayapura.
 
Diakui, dari laporan yang diterima kantor kas BPD Papua yang ada di Kiwirok terdapat tiga karyawan namun satu orang diantaranya sedang berada di Oksibil.
 
Karena itulah hanya dua karyawan yang dievakuasi ke Sentani dan kini kantor yang dibangun Pemda Pegunungan Bintang setelah kantor sebelumnya dibakar beberapa tahun yang lalu, kembali hangus terbakar.

Baca juga: Dandim 1715: Kondisi anggota Yonif 403/WP korban baku tembak stabil

Baca juga: KKB pimpinan Lamek Tablo bakar fasum di Kiwirok
 
Dengan adanya insiden tersebut maka untuk sementara seluruh karyawan BPD Papua ditarik ke Oksibil sampai waktu yang tidak ditentukan, kata Wopari.
 
Sementara itu Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw secara terpisah menduga pelaku pembakaran sejumlah fasilitas umum adalah KKB pimpinan Lamek Tablo.
 
Sebelumnya KKB pimpinan Lamek Tablo sempat baku tembak dengan aparat keamanan yang bertugas di Kiwirok.
 
Satu prajurit dari Yonif 403/WP yang tergabung dalam satgas pengamanan perbatasan terluka akibat terkena rekoset (pantulan peluru) di lengan sebelah kanan, namun kondisinya stabil.
 
"Memang benar Prada Ansar terluka di lengan kanan, namun kondisi stabil," kata Letkol Inf. Irreuw yang dihubungi dari Jayapura seraya menambahkan, KKB juga membakar rumah warga.
 
Warga untuk sementara diamankan di pos TNI dan Polri yang ada di Kiwirok.
 
Pewarta : Evarukdijati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021