Ketua MPR tegaskan pemikiran bangsa harus tetap "merdeka" saat pandemi

Ketua MPR tegaskan pemikiran bangsa harus tetap

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). ANTARA/HO-MPR RI) (MPR RI

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa pandemi COVID-19 tidak boleh memasung dan memenjarakan pemikiran-pemikiran kebangsaan yang harus tetap "merdeka".

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk tetap berkarya, optimis, dan berkiprah di tengah cobaan yang melanda bangsa Indonesia, yaitu pandemi COVID-19.

"Saya mengajak untuk menjadikan Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan ini, sebagai forum yang memerdekakan kita untuk tetap berkarya, berkiprah, dan membangun optimisme di tengah cobaan pandemi COVID-19, yang dampaknya telah menggerus sektor kesehatan, membelenggu kehidupan sosial, serta menghantam perekonomian," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam acara Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan" yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI secara daring, Jumat.

Bamsoet mengatakan pandemi COVID-19 dengan segala dampaknya telah menggerus sendi-sendi kehidupan dan mengoreksi banyak pencapaian yang diraih bangsa Indonesia.

Namun, menurut dia, Indonesia tidak sendiri karena sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi, dampaknya telah dirasakan oleh hampir seluruh negara, yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi negatif di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Merujuk pada laporan Bank Dunia, pendapatan per kapita Indonesia mengalami penurunan, dari 4.050 US dollar pada tahun 2019 menjadi 3.870 US dollar pada tahun 2020. Kondisi ini kembali menempatkan Indonesia pada kategori negara berpendapatan menengah bawah, setelah sebelumnya per-Juli 2020 kita sempat 'naik kelas' dan dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah atas," ujarnya.

Namun, menurut dia, di tengah masa sulit menghadapi pandemi, masih ada hikmah yang dapat disyukuri, antara lain menguatnya ikatan solidaritas kebangsaan.

Dia mengutip data Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara paling dermawan di dunia, dengan tingkat sukarelawan negara lebih banyak tiga kali lipat dari rata-rata global.

"Kita juga patut bersyukur, bahwa setelah sembilan bulan perekonomian kita terpukul oleh dampak pandemi COVID-19, pada akhirnya dapat melepaskan diri dari jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 juga tumbuh positif pada level 7,07 persen," katanya lagi.

Bamsoet meyakini, dengan semangat soliditas dan solidaritas kebangsaan, masyarakat Indonesia harus optimis menatap masa depan.

Menurut dia, semangat optimisme tersebut harus menjadi landasan berpijak untuk mewujudkan cita-cita "Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh" yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun 2021.

Dia menegaskan bahwa bangsa Indonesia punya pengalaman sejarah 76 tahun diuji dan ditempa berbagai tantangan kebangsaan, tentunya masih cukup tangguh untuk menghadapi pandemi.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri yang memberikan orasi kebangsaannya, dan Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini.
Baca juga: Bamsoet apresiasi program Vaksinasi Merdeka
Baca juga: Bamsoet: Jadikan momentum HUT RI untuk merdeka dari COVID-19

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021