Gunung Kidul imbau masyarakat patuhi prokes cegah varian Delta

Gunung Kidul imbau masyarakat patuhi prokes cegah varian Delta

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty. ANTARA/Sutarmi.

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan lebih ketat untuk mencegah meluasnya COVID-19 varian Delta di wilayah itu. 

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengumumkan munculnya COVID-19 varian Delta di DIY, salah satunya di Gunung Kidul. Berdasarkan hasil kajian, dari 25 sampel spesimen yang diperiksa, 20 di antaranya terkonfirmasi COVID-19.

Baca juga: Wisma di Hutan Wanagama UGM diajukan untuk isolasi pasien COVID-19

"Benar bahwa varian Delta telah masuk di Gunung Kidul. Apapun varian COVID-19 antisipasinya tidak jauh berbeda dengan virus COVID-19 sebelumnya. Yakni tetap protokol kesehatan (prokes) lebih ketat," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Rabu.

Ia mengatakan untuk mengetahui COVID-19 varian Delta tidak mudah. Di antaranya butuh biaya mahal dan waktu yang tidak sebentar. Saat ini, Dinas Kesehatan lebih fokus mengejar pelaksanaan vaksinasi, sembari terus melakukan penanganan di antaranya tracing, testing dan perawatan pasien.

Baca juga: Bupati Gunung Kidul: Pergerakan masyarakat turun selama PPKM Darurat

"Varian Delta ini memang ada. Hal ini membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes. Kami juga berusaha mengejar percepatan vaksinasi kepada warga Gunung Kidul," katanya.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan, pihaknya merencanakan penyediaan shelter khusus bagi pasien bergejala ringan yang diharapkan segera terwujud untuk mengurangi risiko paparan yang lebih luas.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Gunung Kidul bertambah 212 kasus

"Kami masih melakukan kajian lokasi yang tepat untuk penyediaan shelter dalam waktu dekat ini," katanya.

Rabu ini, ada penambahan 109 kasus baru di Gunung Kidul, sehingga total selama pandemi menjadi 12.326 kasus. Adapun rinciannya 8.651 sudah sembuh, 3.087 kasus dalam perawatan.

"Hari ini, ada 285 yang sembuh, 94 dalam perawatan, dan 15 meninggal dunia." katanya.

Baca juga: RSUD Wonosari Gunung Kidul tingkatkan produksi oksigen
 

Pewarta : Sutarmi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021