Mahasiswa arsitektur UNG ikuti penggalian reruntuhan Benteng Kota Mas

Mahasiswa arsitektur UNG ikuti penggalian reruntuhan Benteng Kota Mas

Mahasiswa jurusan arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo mengikuti proses ekskavasi (penggalian) reruntuhan Benteng Kota Mas di Kabupaten Gorontalo Utara. (ANTARA/HO-Balai Arkeologi Sulawesi Utara)

Gorontalo (ANTARA) - Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) turut mengamati dan mengikuti proses penggalian reruntuhan Benteng Kota Mas di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Sebanyak 20 mahasiswa itu ingin mengetahui langsung penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Sulawesi Utara.

Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Goorntalo Elvie Mokodongan, Rabu, menjelaskan kunjungan mahasiswa itu untuk mengenalkan proses ekskavasi atau penggalian kepada mahasiswa agar memahami kegiatan konservasi arkeologi.

“Para mahasiswa yang terlibat ini adalah kelompok studi yang membidangi heritage kawasan dan konservasi,” katanya.

Baca juga: Arkeolog temukan struktur sumur tua di Benteng Kota Mas

Baca juga: Pemkot Baubau usulkan Benteng Keraton Walio masuk nominasi API 2021


Salah seorang peneliti dan arkeolog Agus Triharscaryo mengatakan penggalian diawali dengan mengupas lapisan atas yang ditumbuhi rumput liar dan sejumlah sampah rumah tangga.

Penggalian berikutnya dilakukan setiap 20 sentimeter dan membutuhkan kejelian untuk melihat dalam lapisan (spit) yang digali.

"Dalam spit biasanya ditemukan benda-benda seperti pecahan keramik, botol atau benda lain dari masa lalu. Dalam ekskavasi kami tidak menggunakan sepatu atau alas kaki, menjaga agar temuan struktur ini tidak terkontaminasi," ujarnya

Rombongan mahasiswa diajak ke sejumlah struktur yang masih berdiri di lokasi reruntuhan Benteng Kota Mas dan mendapat penjelasan tentang hasil riset-riset yang telah lama dilakukan oleh Balai Arkeologi dalam mengungkap peninggalan cagar budaya itu.

Benteng Kota Mas dalam gambaran lama merupakan benteng batu yang luas, dinding terbuat dari batu karang dengan tebal satu depa, sedangkan tingginya mencapai empat hasta.

Rumah petinggi, pos jaga, gudang, dan permandian yang ada di dalam benteng terbuat dari batu karang.

Sementara masyarakat yang tinggal di luar benteng pada masa itu, membangun rumah dari kayu atau bambu.

Sebagai benteng yang berfungsi sebagai kawasan permukiman, Benteng Kota Mas memiliki dua akses masuk dan keluar.

Akses pertama berada di sisi Barat berupa gerbang besar yang masih dapat disaksikan hingga saat ini, sedangkan gerbang lainnya berada di bagian Timur namun keberadaannya sudah tidak ditemukan lagi.*

Baca juga: Masih pandemi, Benteng Kuto Besak Palembang dipadati ribuan pengunjung

Baca juga: Restorasi Benteng Pendem Ngawi capai 10 persen


 
Pewarta : Debby H. Mano
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021