Sidenreng Rappang, Sulsel (ANTARA News) - Hati-hati, pelaku penipuan dengan cara hipnotis tidak hanya beraksi di jalan-jalan atau di pusat keramaian, tetapi juga di pemukimanan penduduk.

Seperti dialami Hj Kumalasari warga Jalan Jenderal Sudirman Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sindrap), Sulawesi Selatan, yang menjadi korban hipnotis di halaman rumahnya.

Kumalasari ketika itu tengah menyapu halaman rumahnya, ketika tiba-tiba dihampiri empat pria yang menumpang sebuah mobil.

Empat pria itu selanjutnya berpura-pura menanyakan lokasi Masjid Agung seraya meminta korban menemaninya. Korban yang tidak menaruh curiga lalu mengantar empat pria tersebut ke Masjid Agung.

Setibanya di Masjid, salah seorang pria turun dari mobil. Tak berselang lama, lelaki itu naik kembali dan mengantar pulang korban ke rumahnya. Korban yang sudah dalam pengaruh hipnotis lalu diminta oleh pelaku untuk mengambil emas dari dalam rumah.

Korban pun turun dari mobil dan langsung masuk ke rumahnya mengambil seluruh perhiasan emasnya.

"Sesuai laporan korban, ada sekira 80 gram emas miliknya diserahkan kepada pelaku," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sidrap, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syamsu Yasmin.

Pengakuan korban di Mapolres, nilai emas tersebut jumlahnya mencapai Rp30 juta lebih. Maklum sebagian perhiasan emas milik korban menggunakan batu berlian.

"Kalau diuangkan nilainya bisa mencapai Rp30 juta," katanya.

Dalam pengakuannya, korban mengaku sempat ditunjuki sesuatu--mirip uang kertas yang terikat rapi--di dalam sebuah kantung, sebelum seluruh perhaiasan emasnya dibawa lari pelaku.

Menurut Kasatserse, dalam sebulan terakhir sudah ada empat kasus penipuan bermodus hipnotis di daerahnya.

Empat pelaku yang membawa lari perhiasan emas Hj Kumalasari, diduga juga terkait dengan kasus hipnotis lainnya yang terjadi sebelumnya.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010