PDIB imbau masyarakat lakukan silahturahmi virtual

PDIB imbau masyarakat lakukan silahturahmi virtual

Ilustrasi _ Polisi meminta penumpang bus menunjukan surat keterangan hasil negatif tes cepat antigen saat pemeriksaan di kawasan jalur Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Rabu (5/5/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) James Allan Rarung mengimbau masyarakat untuk melakukan silahturahmi virtual daripada mudik karena akan memicu kerumunan di titik-titik perjalanan dan meningkatkan risiko keterpaparan COVID-19.

"Demi mencegah hal ini dan terlebih untuk melindungi diri kita dan keluarga kita, maka solusi untuk sementara waktu saat pandemi ini dapat dilakukan silahturahmi lewat virtual ataupun melalui video call," kata James saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, tali silaturahmi tetap akan terus terjaga sekaligus sebagai tindakan pencegahan penyebaran infeksi COVID-19 baik kepada diri sendiri, keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar.

James menuturkan keinginan untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga, memang merupakan harapan banyak orang, khususnya yang mencari penghidupan di perantauan.

Baca juga: Dokter paru: Prokes dan jangan mudik untuk tekan COVID-19
Baca juga: Jalur arteri Cirebon mulai ramai dilintasi pemudik sepeda motor


Namun, dalam masa pandemi COVID-19 saat ini, tentunya itu tidak ideal karena akan menyebabkan penumpukan arus massa, baik di terminal maupun saat di dalam kendaraan.

Kondisi berkerumun dan berdesak-desakan akan sangat meningkatkan risiko saling terpapar antar individu, khususnya risiko apabila ada yang sementara terinfeksi virus COVID-19, meskipun tak ada gejala yang nampak, namun justru keadaan itu dapat merupakan carrier atau pembawa virus yang berpotensi menularkan kepada orang lain.

Dengan demikian, maka situasi berkerumun ataupun berdesak-desakan, akan berpotensi meningkatkan kasus COVID-19 di Indonesia. Akibatnya dapat membuat lonjakan kasus angka kesakitan dan kematian akibat infeksi COVID-19.

"Oleh karenanya, tidak mudik adalah pilihan yang harus diambil untuk melindungi orang yang dikasihi dan mencegah lonjakan kasus COVID-19 usai Hari Raya Idul Fitri," katanya.

Baca juga: Kemenkes: Prokes di sejumlah daerah tujuan mudik masih rendah
Baca juga: Menteri Ketenagakerjaan minta para pekerja tidak mudik
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021