Gubernur: Ketersediaan vaksin COVID-19 di Bali capai 700 ribu dosis

Gubernur: Ketersediaan vaksin COVID-19 di Bali capai 700 ribu dosis

Gubernur Bali Wayan Koster menerima kenang-kenangan dari Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusra Giri Tribroto disela-sela acara vaksinasi COVID-19 di Denpasar, Kamis (25/3/2021) ANTARA/HO-Pemprov Bali

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan upayanya melobi pemerintah pusat untuk memprioritaskan ketersediaan vaksin COVID-19 mulai membuahkan hasil, dibuktikan dengan ketersediaannya 700 ribu dosis di Pulau Dewata itu.

"Melihat jumlah dosis kemarin, dengan hitungan dua kali vaksin maka rata-rata sekitar 350 ribu penduduk yang sudah akan divaksin dalam waktu dekat ini," kata Koster saat melihat vaksinasi COVID-19 di Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis.

Baca juga: BI paparkan akselerasi vaksinasi terhadap pemulihan ekonomi global

Menurut dia, untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) setidaknya 70 persen atau sekitar 3 juta penduduk Bali harus divaksinasi.

"Untuk mencapai 70 persen itu, kita harus kebut vaksinasi massal dan ini berarti membutuhkan sekitar 6 juta dosis vaksin. Ini yang sekarang kita masih kebut ke pemerintah pusat," ucapnya.

Baca juga: Presiden tinjau vaksinasi untuk petugas publik-tokoh agama di Ambon

Orang nomor satu di Bali tersebut mengatakan untuk mendapatkan dosis vaksin sebanyak itu tidaklah mudah karena jumlah vaksin yang masih terbatas serta menjadi rebutan 216 negara yang terpapar COVID-19.

"Semua negara harus berusaha keras melobi WHO agar mendapatkan vaksin. Saat ini hanya 40 negara yang baru mendapatkan vaksin. Berkat kerja keras Presiden Joko Widodo beserta jajarannya, Indonesia termasuk ke-40 negara tersebut," ujar mantan anggota DPR tiga periode itu.

Baca juga: RSUD Mataram tunda vaksinasi COVID-19 massal karena kendala stok

Dia berharap masyarakat Bali akan bisa segera divaksin. Hal ini sesuai dengan petunjuk Presiden saat kunjungan kerjanya ke Bali pada 16 Maret 2021.

"Beliau (Presiden-red) menyadari sektor pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi ini, sehingga untuk membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara maka vaksinasi harus dikebut," ucapnya.

Selama ini pihaknya terus melobi ke pusat untuk membuka penerbangan internasional.

"Kami sudah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata serta Kementerian Hukum dan HAM untuk pembukaan penerbangan internasional. Akan tetapi melihat jumlah kasus harian yang masih cukup banyak di Bali masih menjadi kendala," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Koster mengapresiasi inisiatif OJK dalam melakukan vaksinasi bagi industri keuangan di Bali karena menurutnya penyediaan vaksin industri vertikal di Bali menjadi tanggung jawab Pemprov Bali.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusra Giri Tribroto mengatakan pelaksanaan vaksinasi massal untuk industri keuangan ini merupakan inisiatif OJK bersinergi dengan Pemprov Bali agar pelaksanaan vaksinasi segera tercapai.

Saat ini sekitar 1.000 tenaga kerja pada industri keuangan.

"Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan bertahap selama dua kali, yaitu tanggal 25 Maret 2021 sebanyak 500 vaksinasi dan tanggal 29 Maret 2021 sebanyak 500 vaksinasi," ujarnya.

Melalui kegiatan vaksinasi bagi industri keuangan ini, ia berharap agar kondisi Indonesia khususnya Bali bisa segera pulih. Karena bagaimanapun pandemi global yang sudah berlangsung selama satu tahun lebih ini telah memukul perekonomian Bali terutama industri pariwisata.

"Kita mengetahui bahwa banyak warga di dunia ini yang sudah sangat rindu untuk berwisata ke Bali. Saya harap melalui vaksinasi yang dilaksanakan juga serentak di seluruh dunia ini bisa membuka kembali pergerakan masyarakat dunia, serta wisatawan mancanegara bisa berwisata kembali ke Bali," kata Giri Tribroto.
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021