Tim gabungan sisir Sungai Bango cari korban yang terseret arus

Tim gabungan sisir Sungai Bango  cari korban yang terseret arus

Lokasi tanah longsor yang menyebabkan korban terseret arus Sungai Bango, di perumahaan Griya Sulfat Inside Kavling 10, Jalan Sadang, RT 9 RW 18, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (19/1/2021). ANTARA/HO-Humas Pemkot Malang/VFT/aa.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Tim gabungan menyisir Sungai Bango di wilayah Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, untuk mencari korban yang terseret arus pada saat hujan deras mengguyur wilayah itu pada Senin (18/1).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa pencarian korban atas nama Roland Sumarna (40 tahun) tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, TNI dan Polri.

"Terima kasih kepada Basarnas, TNI, Polri yang sudah sigap. Hari ini dilakukan penyisiran di beberapa titik," kata wali kota, saat meninjau lokasi kejadian di Jalan Sadang, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Ia menambahkan, hingga saat ini korban masih belum ditemukan, usai terseret arus Sungai Bango di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, pada Senin (18/1), kurang lebih pukul 17.30 WIB pada saat hujan deras mengguyur Kota Malang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian tersebut bermula pada saat hujan deras mengguyur Kota Malang sejak pukul 17.00 WIB. Derasnya hujan tersebut, meningkatkan debit air yang akan masuk ke aliran Sungai Bango.

Lokasi rumah korban berjarak kurang lebih lima meter dari bibir Sungai Bango. Akibat derasnya aliran air yang akan masuk ke sungai tersebut, halaman rumah korban longsor dan masuk ke aliran Sungai Bango.

Saat itu, korban dilaporkan sedang membersihkan halaman, yang kemudian berusaha untuk menyelamatkan sepeda motor miliknya yang terseret arus air dan longsor itu. Akhirnya korban juga terseret masuk ke aliran Sungai Bango, dan belum ditemukan hingga saat ini.

Koordinator Lapangan Basarnas Surabaya Ainul Makhdin mengatakan bahwa anggota Basarnas yang diterjunkan sebanyak 32 orang, dan dibagi menjadi empat tim search and rescue unit (SRU) untuk mencari korban yang hilang tersebut.

"Anggota kami bagi menjadi empat SRU, masing-masing SRU berjumlah delapan orang," katanya.

Rute pencarian korban, untuk tim pertama diterjunkan di Jembatan Bunul, dan menyusuri kawasan hingga radius satu kilometer. Tim kedua, menyusuri Jembatan Kwangsang, hingga Ranugrati dan Jembatan Muharto.

"Untuk tim ketiga, dari Jembatan Muharto hingga Jembatan Gadang, dan tim keempat dari Gadang hingga Lowokdoro," katanya.

Ainul menambahkan, salah satu kendala yang dihadapi oleh tim penyelamat adalah medan yang curam dan arus sungai yang sangat deras. Namun, pihaknya berupaya untuk mencari korban hingga ditemukan.

Pada Senin (18/1). hujan deras di Kota Malang turun mulai pukul 17.00 WIB. Hujan deras tersebut menyebabkan beberapa titik di Kota Malang mengalami luapan air, bahkan menimbulkan arus air yang membahayakan pengendara kendaraan bermotor saat melintas.

Banjir terjadi di beberapa wilayah, seperti kawasan Sawojajar, Dieng, Bareng, Sulfat, dan lainnya. Di wilayah Bandulan dilaporkan terjadi luapan air yang mengalir deras di jalan raya dan membahayakan para pengguna jalan.

Beberapa pengguna jalan yang menggunakan kendaraan roda dua, nyaris terseret derasnya aliran air tersebut. Namun, belum ada laporan kejadian serius akibat derasnya aliran air yang ada di jalan raya, dan sempat mengganggu arus lalu lintas itu.

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021