Banjarmasin (ANTARA News) - Siswa SMK di Kalsel yang tidak lulus ujian nasional  mencapai 13,50 persen atau sebanyak 1.052 siswa dari total peserta UN SMK sebanyak 7.794 siswa.

"Tingginya peserta UN SMK yang tidak lulus rata-rata karena nilai bahasa Indonesia berada di bawah standar," kata Ketua Penyelenggara UN Tingkat Provinsi Kalsel Herman Taufan di Banjarmasin, Senin.

Selain itu, kata dia, persiapan mengikuti UN bagi siswa SMK juga sangat minim, karena sebelum ujian SMK biasanya mengikuti program magang di perusahaan hingga enam bulan.

"Pada saat magang tersebut intensitas pertemuan antara guru dan murid menjadi berkurang karena waktu belajar untuk praktik," katanya.

Hal itu berbeda dengan tingkat kelulusan SMA yang mencapai 91,39 persen dengan total siswa yang mengikuti UN 13.762 siswa. Dari jumlah tersebut yang tidak lulus 634 siswa.

Begitu juga dengan Madrasah Aliyah (MA) tingkat kelulusannya mencapai 91,89 persen dari total peserta 6.669 siswa dan tidak lulus sebanyak 539 siswa.

Menanggapi tentang isu beredarnya SMS bocoran jawaban soal, Herman mengatakan isu tersebut banyak dilontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
(U004/Z003)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010