Ketua DPR harap Istiqlal jadi pusat dakwah dan simbol persatuan

Ketua DPR harap Istiqlal jadi pusat dakwah dan simbol persatuan

Ketua DPR RI Puan Maharani (kiri) mengunjungi Masjid Istiqlal yang baru selesai direnovasi didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Prof Nasaruddin Umar, di Jakarta, Senin (9/11). ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Masjid Istiqlal menjadi dapat menjadi pusat ibadah dan dakwah, serta menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia.

"Ke depan, selain jadi pusat ibadah dan kajian Islam juga menjadi kawasan wisata religius. Masjid Istiqlal juga harus menjadi simbol perekat persatuan bangsa," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakan Puan saat meninjau Masjid Istiqlal setelah direnovasi, pada Senin (9/11). Puan mengelilingi area Istiqlal didampingi Imam Besar Masjid Istiqlal KH Prof Nasaruddin Umar.

Menurut Puan, Masjid Istiqlal sudah direnovasi dan hasilnya bagus namun pemeliharaannya harus terus dilakukan.

Baca juga: Ketua DPR ingatkan APBN 2021 bukan cuma untuk tangani COVID-19
Baca juga: DPR akan ikut bahas pandemi global pada IISS Manama Dialogue 2020
Baca juga: Puan sebut kesuksesan Pilkada 2020 jadi agenda strategis DPR


Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar mengatakan kedatangan Puan sudah sangat ditunggu untuk melihat langsung Masjid Istiqlal yang direnovasi.

"Waktu kedatanyannya juga sangat istimewa. Dijeda dua adzan, Maghrib dan Isya, jadi dari sore sampai malam," ujarnya.

Nasaruddin menjelaskan tentang sejarah dan peran Bung Karno dalam pembangunan masjid tersebut, pemilihan nama Istiqlal, dan tentang proses renovasinya yang hampir rampung 100 persen.

Nasaruddin juga menjelaskan konsep Masjid Istiqlal pascarenovasi akan menjadi pusat pendidikan dakwah ulama dari dalam dan luar negeri.

Adapun Puan tiba di Masjid Istiqlal pukul 17.00 WIB, dan langsung diterima Nasaruddin Umar. Keduanya lantas berbincang di ruang kerja Imam Besar Masjid Istiqlal.

Usai salat Maghrib, Puan melanjutkan meninjau sekeliling Kompleks Masjid Istiqlal hingga azan Isya.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020