Jateng masuk tiga besar terbaik nasional penanganan COVID-19

Jateng masuk tiga besar terbaik nasional penanganan COVID-19

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng.

Semarang (ANTARA) -
Gubernur Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Tengah masuk pada posisi tiga besar terbaik dalam penanganan COVID-19 tingkat nasional.

"Data dari pusat, kasus aktif COVID-19 di Jawa Tengah cukup bisa membaik dan terus turun. Kita turun terus dari periode 19-25 Oktober ke 26-31 Oktober 2020. Penurunan tertinggi secara nasional pada periode itu, pertama DKI Jakarta dengan jumlah penurunan sebanyak 1.566, Jawa Barat turun 1.208 dan Jawa Tengah turun 893," katanya di Semarang, Senin.

Ganjar juga menyebut penurunan angka kematian akibat COVID-19 di Jateng menunjukkan hasil positif pada periode yang sama.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, lanjut dia, penurunan angka kematian, Jateng menduduki urutan ke tiga tertinggi dengan jumlah penurunan 19 kasus, di bawah Jawa Barat 80 kasus, dan DKI Jakarta 44 kasus.

Baca juga: Ganjar pilih urus mudik libur panjang daripada hasil survei

"Tren kasus aktif dan tren angka kematian kalau dilihat dari gambar grafiknya, Jateng terus menurun, artinya ini sudah cukup bagus apalagi angka 'recovery rate' atau persentase angka kesembuhan naik dari 80,37 di minggu ke-42 menjadi 82,7 di minggu ke-44. Sambil memang pekerjaan rumah soal menurunkan angka kematian masih terus menjadi fokus kami," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai memimpin rapat evaluasi penanganan COVID-19 di komplek kantor Gubernur Jateng.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan bahwa terkendalinya kasus COVID-19 di Jateng itu tidak terlepas dari upaya digenjotnya "testing", "tracing", dan "treatment".

Baca juga: Vaksinasi diprioritaskan untuk tenaga kesehatan di Jateng

Hingga saat ini, Jateng menduduki urutan ketiga secara nasional dengan jumlah tes terbanyak yakni 354.580 tes atau jumlah itu urutan ke tiga, setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

"Kami akan evaluasi terus menerus dan gencar melakukan pencarian dan deteksi dini terhadap kasus-kasus. Kami akan gerakkan sampai ke puskesmas dan 'surveilans' untuk mencari ini agar bisa mencegah, sambil SOP penanganan pasien di rumah sakit terus kami perbaiki," katanya.

Dari sisi kenaikan kasus tertinggi dan terendah berdasarkan kabupaten/kota di Jawa Tengah, tren kenaikan kasus aktif tertinggi ada di Kabupaten Tegal, sedangkan penurunan kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Wonosobo, dan Kudus.

Baca juga: Ganjar minta penolak UU Cipta Kerja pahami pandemi COVID
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020