Penyintas COVID-19: Segera periksa status kondisi klinis COVID-19

Penyintas COVID-19: Segera periksa status kondisi klinis COVID-19

Ilustrasi - Rona Meiga Fitria dan penyintas COVID-19 lainnya saat dinyatakan sembuh dan menerima setangkai bunga dari perawat RS Unand. ANTARA/Miko Elfisha

Jakarta (ANTARA) - Penyintas COVID-19, Bagiyo Riawan mengatakan bagi kontak erat, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan sehingga dapat memahami status kondisi klinis dan tingkat keparahan penyakit COVID-19.

Bagiyo yang menjadi bagian dari direksi Perusahaan Listrik Negara 2009-2014 itu mengatakan, pemeriksaan kesehatan itu penting dilakukan untuk segera mendapatkan penanganan sebelum penyakit makin berat.

"Selama hidup ini sudah tujuh kali operasi ginjal sehingga menghadapi sakit, ya sudah saya sakit saya harus pasrahkan. Saya mendapat positif COVID-19, ya sudah saya harus menerima kenyataan jujur pada diri sendiri dan siap mengambil langkah penyembuhan," kata Bagiyo dalam seminar virtual Penyintas COVID-19 Bicara yang diadakan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Minggu.

Bagiyo (62) menuturkan segera menerima kenyataan ketika terkonfirmasi positif COVID-19 dan jujur kepada diri sendiri dengan mengambil sikap antisipasi penyembuhan serta didukung dengan kecintaan dan perhatian keluarga merupakan kunci keberhasilan untuk kesembuhan.

Baca juga: Satgas COVID-19 akan berikan tes usap rutin gratis tenaga kesehatan

Bagiyo menuturkan wujud sikap segera menerima kenyataan dan jujur kepada diri sendiri adalah segera mengonfirmasi diri atas status klinis untuk menetapkan tingkat keparahan penyakit yang ada dalam tubuh. Kecepatan mengonfirmasi status klinis juga menjadi kunci untuk cepat mendapatkan perawatan yang tepat.

Bagiyo merupakan penderita COVID-19 dari klaster perkantoran. Saat itu pada 27 Juli 2020, Bagiyo mengikuti rapat di kantor yang dilakukan di ruangan tertutup dengan AC central. Tak lama setelah hari diselenggarakannya rapat, diketahui ada seorang peserta rapat mengalami demam tinggi dan kemudian mengikuti uji usap dan terkonfirmasi positif COVID-19.

Kemudian, pihak kantor melakukan pelacakan kontak dan uji usap pada mereka yang kontak dengan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Mengetahui ada peserta rapat yang terkonfirmasi positif COVID-19, Bagiyo langsung mengikuti tes usap atau swab test.

"Belum ada gejala tapi saya melakukan swab test dan ternyata hasilnya positif," tuturnya.

Baca juga: Satgas COVID-19: 11.766 pedagang Jakarta telah jalani tes usap

Bagiyo menuturkan seseorang yang menjadi suspek apabila terkontak dengan yang terkonfirmasi positif, maka harus segera memastikan statusnya dengan uji usap agar segera diketahui positif atau negatif COVID-19.

"Semakin cepat akan semakin baik dan mudah penyembuhannya," tuturnya.

Begitu juga dengan mereka yang menunjukkan gejala klinis seperti penderita COVID-19, menurut dia, boleh jadi orang tersebut terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 sehingga perlu secepatnya mengikuti tes usap untuk mendapatkan kepastian statusnya.

Ketika mengetahui dirinya positif COVID-19, Bagiyo yang tidak menunjukkan gejala pada saat itu langsung mencari rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ia mengungkap, saat itu  rumah sakit rujukan, dan rumah sakit swasta yang terhubung dengan asuransi kesehatan yang dimilikinya telah penuh. Akhirnya dia mendapat rumah sakit swasta yang tidak terhubung dengan asuransinya, dan dia dirawat di sana hingga sembuh.

Baca juga: DPR: Semua peserta Sidang Tahunan wajib "swab test"
Baca juga: Seluruh ASN Riau wajib tes usap, antisipasi lonjakan kasus COVID-19


 
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020