Ketua MPR : Pemerintah negosiasi pembelian vaksin COVID-19 ke China

Ketua MPR : Pemerintah negosiasi pembelian vaksin COVID-19 ke China

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo memakai udeng atau ikat kepala pemberian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di acara sosialisasi empat pilar di Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jatim, Kamis (27/8/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/am.

Surabaya (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo menyatakan pemerintah saat ini sedang melakukan negosiasi terkait pembelian vaksin COVID-19 ke China.

"Jika semuanya lancar, kemungkinan akhir tahun ini vaksin tersebut akan tiba di Indonesia dan akan langsung diberikan kepada rakyat," kata Bambang di acara sosialisasi empat pilar di Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Tentunya, lanjutnya, sambil berjalan sambil menunggu hasil pembuatan vaksin COVID-19 yang sedang dikerjakan oleh Biofarma, mudah-mudahan dengan terbantunya vaksin tersebut semua bisa hidup normal kembali.

Selain itu, ia juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu mengambil hikmah di balik pandemi COVID-19 ini.

Baca juga: Ketua MPR dorong pemerintah fokus realisasi vaksin COVID-19

Menurut Bamsoet, dengan adanya pandemi ini, maka semua lebih sadar akan pentingnya kesehatan.

"Jadi, sangat banyak manfaat atau faedah yang bisa kita ambil di masa pandemi ini, supaya kita bisa hidup lebih sehat lagi," katanya.

Pada kesempatan itu, Bambang juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang telah berhasil membawa Kota Surabaya maju pesat.

Menurut dia, banyak kemajuan pesat yang terjadi di Kota Surabaya dan sudah dimonitor dari Jakarta.

"Surabaya luar biasa," kata Bambang.

Bahkan, lanjutnya, ketika pandemi COVID-19 menyerang properti di seluruh Indonesia jatuh bertumbangan. Namun di Kota Surabaya secara ekonomi masih tetap bertahan.

"Itu artinya ekonomi di Kota Surabaya masih tetap sangat bagus," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan lokasi acara di Gunung Anyar Tambak RW 7 itu merupakan wilayah pinggiran Kota Surabaya, karena langsung berbatasan dengan Sidoarjo dan laut.

Namun, ia memastikan bahwa wilayah ini nanti bukan lagi wilayah pinggiran, karena sebentar lagi akan dibangun Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) yang akan tembus ke Jalan Kenjeran akses Jalan Suramadu.

Baca juga: Bamsoet: MPR dukung peneliti lokal upayakan vaksin Merah Putih

"Dan kami membangun ini semuanya sendiri, pakai APBD Surabaya. Bahkan, jalan MERR itu kami juga bangun sendiri sampai selesai," kata Risma.

Ia juga memastikan bahwa indeks properti di Kota Surabaya lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Sebab, di Kota Surabaya sudah relatif tidak banjir dan kalau macet, sudah ada jalan alternatif lain, sehingga bisa melewati jalur lainnya dengan mudah.

"Jadi, kami juga pastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Surabaya sampai saat ini masih positif, bukan negatif. Mudah-mudahan kami bisa menjaganya hingga akhir tahun," ujarnya.

Makanya, katanya, beberapa waktu lalu ketika pandemi COVID-19 sudah mulai bisa dikendalikan, ia memutuskan untuk menggerakkan kembali perekonomian Surabaya. Alhasil, saat ini COVID-19 bisa dikendalikan dan perekonomian warga terus berjalan.

"Meskipun tidak seperti dulu, tapi minimal bisa tumbuh dengan baik," katanya.

Baca juga: Bamsoet: Percayai kemampuan lokal produksi vaksin COVID-19
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020