Akademisi: Kampanye penggunaan masker harus terus digencarkan

Akademisi: Kampanye penggunaan masker harus terus digencarkan

Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Ridlwan Kamaluddin (ANTARA/HO - dok. pribadi)

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Ridlwan Kamaluddin mengingatkan bahwa kampanye penggunaan masker harus terus digencarkan guna mencegah COVID-19.
 

"Kampanye, sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya penggunaan masker harus terus digencarkan selama masa pandemi ini," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.
 

Koordinator bidang kesehatan Pusat Mitigasi Bencana Unsoed itu juga mengingatkan bahwa penggunaan masker pada saat ini telah menjadi kewajiban bagi seluruh komponen masyarakat.
 

"Karena itu untuk meningkatkan pemahaman dan juga kesadaran masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas maka edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan secara berkala," katanya.
 

Ketua Satgas COVID-19 Universitas Jenderal Soedirman itu juga menambahkan bahwa para pemimpin di daerah dapat menjadi teladan bagi masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Empat jenis masker kain ini mana yang paling efektif cegah COVID-19?

Baca juga: Pemakaian masker yang nyaman cegah penyebaran COVID-19, sebut jubir

 

"Para pemimpin di daerah dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakatnya dalam penerapan perilaku kebiasaan baru seperti contohnya selalu menggunakan masker di manapun berada," katanya.
 

Selain itu, dia juga menambahkan perlu adanya sinergi dari penyelenggara pemerintah, aparatur sipil negara hingga seluruh masyarakat dalam pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru.
 

"Semua tentu di mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang sederhana dan dimulai sejak saat ini juga demi kebaikan bersama," katanya.
 

Dia juga mengingatkan agar masyarakat terus berperan aktif dalam mengikuti berbagai anjuran pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan.
 

"Protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru adalah suatu perilaku kehidupan baru di masa pandemi ini dalam rangka pencegahan dan memutus rantai penularan COVID-19, hal ini harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat dan juga secara struktur sosial di seluruh lapisan masyarakat," katanya.
 

Dia mengatakan dengan adanya kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan maka diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca juga: Menteri PPPA ajak pengungsi Lebak gunakan masker cegah COVID-19

Baca juga: Walhi Jakarta ingatkan warga gunakan masker kain kurangi limbah medis

Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020