Ibu Hana Kimura "Terrace House" akan tuntut pelaku perundungan siber

Ibu Hana Kimura

Hana Kimura

Jakarta (ANTARA) - Ibu mendiang bintang reality show "Terrace House" Hana Kimura yang meninggal akibat bunuh diri mengatakan dia berencana menuntut orang-orang yang terbukti merudung putrinya di dunia maya, Kamis (6/7).

Kyoko Kimura menghadiri pertemuan Partai Demokrat Liberal tentang perundungan di dunia maya, dia mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa dia ingin mengidentifikasi orang-orang yang membuat unggahan pencemaran nama baik putrinya di media sosial.

Hana Kimura (22), pegulat profesional keturunan Indonesia-Jepang, ditemukan meninggal di apartemen Tokyo, Mei lalu.

Fuji Television, yang memproduksi acara "Terrace House", mengatakan Hana Kimura melukai diri sendiri setelah penayangan episode Maret lalu yang memperlihatkan dia kehilangan kesabaran, memicu perundungan siber.

Staf produksi saat itu bertemu beberapa kali dengan Hana Kimura, menyarankan gadis itu untuk berhenti memakai media sosial dan mencari pertolongan profesional.

Fuji TV membantah memberi instruksi atau memaksa bintang reality show untuk bicara atau mengekspresikan diri dalam cara tertentu, atau menjalin hubungan tertentu.

Ibu Hana Kimura bicara dengan para pewarta setelah pertemuan. "Penderitaan mental hanya dirasakan orang yang jadi korban," kata dia seperti dilansir Kyodo.

Dia mengatakan, dia meminta pihak berwenang untuk mengidentifikasi perundung siber dan menegaskan pentingnya pendidikan moral bagi pengguna internet.

Di bawah hukum Jepang, butuh proses pengadilan panjang untuk bisa mengidentifikasi pelanggar, dan banyak yang menyerah saat melakukannya.

Bulan lalu, Kyoko Kimura mengajukan keluhan pada pengawas etika siaran karena menilai ada pelanggaran hak asasi manusia.

Baca juga: Ibu Hana Kimura sebut ada pelanggaran HAM di balik kematian putrinya

Baca juga: Ibu Hana Kimura ungkap staf "Terrace House" picu kematian anaknya

Baca juga: "Terrace House" musim terbaru batal setelah kematian Hana Kimura
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020