PT PP kerahkan alat berat buka jalan akibat banjir di Luwu Utara

PT PP kerahkan alat berat buka jalan akibat banjir di Luwu Utara

Sebuah alat berat sedang membersihkan lumpur yang menutup akses jalan akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-PT PP

Jakarta (ANTARA) - BUMN konstruksi dan investasi PT PP (Persero) mengerahkan bantuan sejumlah alat berat untuk pembersihan lumpur dan membuka akses di wilayah banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

"Perseroan selaku perusahaan BUMN selalu tanggap dengan bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia. Perseroan melalui tim proyek yang berada di dekat lokasi bencana segera terjun ke lokasi dan turut aktif dalam membantu warga di lokasi sekitar bencana tersebut," kata Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PT PP (Persero) Agus Purbianto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Baca juga: 10 korban banjir bandang Luwu Utara belum ditemukan, sebut Basarnas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara menyebut bahwa banjir bandang ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dua hari sebelum bencana.

Bantuan berupa alat berat yang terdiri dari dua ekskavator dan lima dump truck untuk membantu proses pembersihan lumpur dan membuka akses jalan di wilayah banjir bandang tersebut.

Perseroan juga memberikan bantuan kepada korban banjir bandang berupa paket kebutuhan pokok darurat dan selimut. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh tim proyek kepada Muslim Muchtar selaku Kepala BPBD Luwu Utara.

Debit air hujan tersebut mengakibatkan Sungai Masamba, Sungai Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang di wilayah tersebut.

Banjir bandang tersebut menerjang permukiman warga dan fasilitas umum lainnya sehingga menyebabkan area tersebut tertutup lumpur. Akibatnya banyak warga yang mengungsi dan membutuhkan bantuan bahan pokok.

Perseroan diwakili oleh Tim Proyek Jalur Kereta Pare-Pare dan Makassar New Port segera menuju ke lokasi bencana banjir bandang dengan menempuh perjalanan darat yang selama 12 jam.

Perjalanan Panjang tersebut tidak menyurutkan semangat dan langkah tim proyek untuk membawa bantuan hingga ke lokasi bencana alam tersebut.

Baca juga: Kemensos segera salurkan santunan korban banjir bandang
Baca juga: PUPR siapkan dua tahap penanganan tanggap darurat Luwu Utara
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020