GTPP Bali catat 121 pasien COVID-19 telah sembuh

GTPP Bali catat 121 pasien COVID-19 telah sembuh

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra (Antaranews Bali/Dok Pemprov Bali/2020)

Denpasar (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali mencatat pada 19 Juli 2020 ada tambahan 121 pasien positif COVID-19 yang dinyatakan telah sembuh.

"Pasien yang telah sembuh hari ini terbanyak dari Kota Denpasar, yakni 63 orang. Kemudian dari Kabupaten Bangli 21 orang, Badung 14 orang, Gianyar tujuh orang, Tabanan enam, Klungkung empat, Karangasem tiga, dan Buleleng tiga," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan persnya di Denpasar, Minggu.

Dengan demikian, secara kumulatif jumlah pasien positif COVID-19 yang telah sembuh di Provinsi Bali saat tercatat 1.994 orang.

"Sedangkan jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 2.745 orang. Hari ini ada tambahan 55 kasus baru yang semuanya kasus transmisi lokal," ujarnya.

Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini mengatakan memang jumlah angka positif di Pulau Dewata sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal.

Secara kumulatif jumlah kasus transmisi lokal sebanyak 2.363 orang (terdiri dari 2.351 WNI dan 12 WNA) atau 86,08 persen dari total kasus positif COVID-19 di Provinsi Bali.

"Penambahan kasus positif COVID-19 yang terus terjadi ini, kami harapkan menjadi kesadaran bagi semua pihak untuk lebih menjaga diri dan kesehatannya. Dengan menerapkan protokol kesehatan, dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga," ucapnya.

Menurut dia, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai adaptasi kebiasaan baru atau di Bali disebut dengan tatanan kehidupan era baru menuju masyarakat Bali yang produktif dan bebas COVID-19.

"Untuk itu, marilah kita laksanakan protokol kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian," ujar birokrat asal Pemaron, Kabupaten Buleleng, itu.

Dewa Indra mengatakan, pada Minggu ini juga ada penambahan kasus pasien meninggal dunia sebanyak empat orang, sehingga secara keseluruhan pasien yang meninggal dunia karena COVID-19 menjadi 40 jiwa (38 WNI dan 2 WNA).

Untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering) sebanyak 711 orang (707 WNI dan 4 WNA).
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020