Nihil COVID-19 warga Sabang diminta tetap patuhi protokol kesehatan

Nihil COVID-19 warga Sabang diminta tetap patuhi protokol kesehatan

Ilustrasi - Petugas medis dari tim Satgas COVID-19 Kabupaten Simeulue yang membawa dua pasien terkonfirmasi positif menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat tiba di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/5/2020). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota Sabang menyatakan kondisi di daerah Pulau Weh tersebut telah nihil pasien COVID-19, seiring satu warga setempat yang positif terpapar virus corona dilaporkan telah negatif atau sembuh.

Sekretaris Daerah Kota Sabang Zakaria, Sabtu, mengatakan meskipun Sabang telah nol kasus COVID-19, namun warga diminta tetap waspada dan meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Alhamdulillah, satu warga Sabang yang positif COVID-19 telah sembuh, dan saat ini Kota Sabang sudah nol kasus COVID-19," kata Zakaria, di Sabang.

Dia menjelaskan, pasien yang dinyatakan sembuh berinisial, NAU, 16 tahun, yang terkonfirmasi berdasarkan hasil uji sampel usap (swab) dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Litbangkes Aceh.

"Kemudian NAU telah dinyatakan negatif atau sembuh setelah dua kali hasil uji swabnya menunjukkan negatif," kata Zakaria.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Banda Aceh terus menurun

Baca juga: Sekolah di Banda Aceh tetap berlangsung daring, sebut Wali Kota


Pemerintah Kota Sabang, kata Sekda, terus menyerukan kepada masyarakat agar tidak mengurangi tingkat kewaspadaanya, mengingat penyebaran virus mematikan itu masih belum berakhir.

Kita patut bersyukur warga kita ini sudah sembuh, sudah bisa kembali bersama keluarganya. Tapi kita minta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, karena virus ini belum berakhir, katanya.

"Jangan lupa pakai masker, rajin cuci tangan dan hindari kerumunan, itu sangat penting untuk saat ini kita terapkan dalam mencegah penyebaran virus COVID-19 ini," kata Zakaria.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Sabang dr Edi Suharto mengatakan kondisi NAU sudah sangat baik. Meski telah dinyatakan sembuh dari COVID-19, namun tetap harus menjalani isolasi mandiri.

"Iya sudah pulang ke rumahnya, tapi tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah aja," kata Edi.

Selain NAU, kata Edi, terdapat 21 orang tenaga medis dari RSUD Kota Sabang dan Puskesmas Sukajaya yang berkontak langsung dengan pasien. Mereka juga telah diuji sampel usap dan dinyatakan negatif COVID-19.

Baca juga: Tenaga medis terinfeksi total kasus COVID-19 Aceh menjadi 95 orang

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Banda Aceh tinggal tiga orang
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020