RSUP Persahabatan rawat inap 385 pasien COVID-19 hingga Jumat

RSUP Persahabatan rawat inap 385 pasien COVID-19 hingga Jumat

Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung membantu pasien positif COVID-19 melakukan peregangan tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Willy Kurniawan/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan  mencatat telah merawat inap sebanyak 385 pasien positif COVID-19 hingga Jumat (10/7).

"Total pasien rawat inap di RSUP Persahabatan hingga Jumat, 10 Juli 2020 mencapai 1.179 pasien. 32,7 persen atau 385 pasien di antaranya merupakan pasien COVID-19," kata Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah menyampaikan materinya dalam konferensi pers daring, Jumat.

Baca juga: BIN bantu RSUP Persahabatan peralatan medis penanganan COVID-19

Lebih lanjut, Rita menyebutkan untuk kasus COVID-19 yang ditangani RSUP Persahabatan didominasi oleh pasien-pasien komorbid atau pasien yang memiliki penyakit penyerta.

"73 persen pasien COVID-19 yang kami rawat merupakan pasien dengan komorbid," kata Rita.

Jika dilihat dari rentang usia, maka pasien berusia 51-60 tahun merupakan kelompok usia yang dinyatakan positif COVID-19 dan dirawat di Rumah Sakit rujukan penanganan COVID-19 itu.

Baca juga: 24 bayi dari pasien COVID-19 di RSUP Persahabatan semuanya sehat

"Jika dilihat dari rentang usia, maka pasien COVID-19 berusia 51 sampai 60 tahun yang paling banyak dirawat, sebanyak 96 orang. Disusul pasien lanjut usia dengan umur 61-70 tahun sebanyak 55 orang," ujar Rita.

Rita menambahkan selama menangani COVID-19, sebanyak 62 persen pasien dinyatakan sembuh atau memilih pulang karena kondisinya membaik.

Baca juga: RSUP Persahabatan terima bantuan tangani COVID-19 dari kalangan swasta

"Total 164 orang sembuh. Lalu 76 orang memilih untuk pulang dan paling banyak menjalani isolasi mandiri, kata Rita.

Sejak awal Maret 2020, RSUP ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 bersama dengan RSPI Sulianti Saroso dan RSPAD Gatot Subroto.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020