Cegah COVID-19 secara mandiri, santri manfaatkan 'sprayer' bantuan PMI

Cegah COVID-19 secara mandiri, santri manfaatkan 'sprayer' bantuan PMI

Santri yang mondok di salah satu ponpes di Kabupaten Jember, Jatim saat melakukan disinfeksi secara mandiri terhadap kendaraan yang keluar masuk lingkungan ponpes. Adapun alat semprot dan disinfektan tersebut berasal dari bantuan PMI Kabupaten Jember. (Antara/HO/PMI Kabupaten Jember)

Jember, Jatim (ANTARA) - Sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang mendapatkan bantuan 'sprayer' atau alat semprot untuk disinfeksi dari Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, mulai melakukan penyemprotan secara mandiri oleh para santri.

"Beberapa waktu lalu kami (PMI) sudah membagikan 31 alat semprot (hand sprayer) ke 11 ponpes sebagai upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya di lingkungan ponpes agar bisa dilakukan secara mandiri oleh santri maupun pengurus," kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki melalui sambungan telepon, Minggu.

Menurutnya, langkah ini dinilai efektif dalam upaya bersama melakukan pencegahan COVID-19 di lingkungan ponpes, apalagi saat ini sedang membuka pendaftaran calon santri dan santriwati baru yang dalam waktu dekat aktivitas pembelajaran akan kembali dilaksanakan.

Tidak hanya memberikan bantuan berupa alat semprot dan disinfektan saja, tetapi pihaknya juga melatih para santri dan pengurus ponpes bagaimana cara penggunaan alat tersebut dan mengolah disinfektan agar aman digunakan.

Meskipun sejumlah ponpes sudah secara mandiri melakukan disinfeksi, tetapi pihaknya tetap melakukan pencegahan melalui kegiatan promosi kesehatan (promkes) secara rutin agar masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran COVID- 19 masih meluas dan belum berakhir.

Bahkan, data yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jember, di daerah ini bertambah tujuh kasus baru sehingga total menjadi 125 kasus. Untuk itu, kegiatan promkes dan disinfeksi secara massal harus lebih digencarkan untuk antisipasi terjadinya kasus baru.

"Tentunya pencegahan ini dengan pemberdayaan potensi masyarakat, ponpes maupun organisasi kemasyarakatan agar bergotong royong ikut aktif memerangi virus agar tidak terus meluas," tambahnya.

Zaenal mengatakan pihaknya juga mendorong masing-masing klinik ponpes untuk ikut serta bersama PMI melakukan promkes kepada santri yang lama maupun baru, agar kesadaran dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan tetap terjaga.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan PMI Kabupaten Jember ponpes yang telah melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri ada empat dari 11 pones yang mendapatkan bantuan, selebihnya akan terus dilakukan monitoring hingga pada tahap evaluasi agar dapat diketahui kendala teknis yang dihadapinya.

Lanjut dia, segala upaya pencegahan yang telah dilakukan adalah wujud pengabdian PMI kepada masyarakat dan sebagai bentuk komitmen membantu pemerintah memerangi virus COVID-19 hingga pandemi ini dinyatakan berakhir. 
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020