135 pasien DBD di Sumba Timur telah sembuh

135 pasien DBD di Sumba Timur telah sembuh

Ilustrasi - Seorang ibu saat sedang menjaga anaknya yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur  mencatat 135 pasien telah sembuh dari serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah dirawat di fasilitas kesehatan yang ada di daerah setempat.

"Hingga saat ini di Sumba Timur ada 135 pasien DBD, dan semunya sembuh setelah menjalani perawatan medis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana ketika dihubungi dari Kupang, Senin.

Ia mengatakan, kasus serangan DBD ini tercatat dari Januari 2020 hingga saat ini dan belum ada kasus pasien meninggal akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Chrisnawan menambahkan kasus DBD di Sumba Timur pada 2020 juga menurun drastis dibandingkan pada 2019 lalu dengan jumlah pasien yang dirawat mencapai lebih dari 800 orang dengan jumlah korban meninggal sebanyak 18 orang,
Baca juga: Demam berdarah di Indonesia pada 2020 lebih lama dibandingkan 2019
Baca juga: Wagub: Kekhawatiran di NTT saat ini justru DBD

Sebelumnya, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, ketika dihubungi secara terpisah, mengatakan pihaknya bersyukur karena kasus DBD di daerahnya sejak awal 2020 hingga saat ini tercatat sudah menurun drastis.

"Ini suatu hal yang bagus karena kasus DBD menurun drastis dibanding tahun sebelumnya dan juga kami bersyukur karena tidak ada korban jiwa," katanya.

Menurut dia, hal ini terjadi karena dukungan berbagai upaya pencegahan yang gencar dilakukan baik dari pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat setempat. Selain itu, didukung dengan upaya penanganan secara cepat dan tetap melalui fasilitas kesehatan yang ada di daerah setempat.

Bupati Gidion menyebutkan, beberapa kegiatan seperti pembersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, dan lainnya terus dilakukan sebagai upaya menekan kasus penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini.

"Upaya-upaya ini yang terus kami dorong sampai ke desa-desa karena dampaknya sangat terasa dalam menekan jumlah kasus DBD," katanya.
Baca juga: 1.255 kasus DBD di Kabupaten Sikka
Baca juga: Korban meninggal akibat DBD di NTT capai 39 orang
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020