Polri gandeng PMI jaga ketersediaan darah di Banten

Polri gandeng PMI jaga ketersediaan darah di Banten

Kabarhankam Komjen Pol Agus Andrianto mendonorkan darah melalui PMI Kota Tangerang, Banteng pada Sabtu, (27/6) dalam memperingatu HUT ke-74 Bhayangkara dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) di Kota Tangerang. (Antara/HO/Humas PMI Kota Tangerang)

Tangerang, Banten (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dalam upaya menjaga ketersediaan darah melalui aksi donor darah massal memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara di Kota Tangerang, Banten.

Bakti sosilai yang juga merayakan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) itu diikuti oleh seluruh Satuan Kerja (Satker) Mabes Polri.

"Kegiaan ini tujuannya untuk menambah dan menjaga persediaan ketersediaan darah di PMI khusus Kota Tangerang," kata Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto melalui siaran pers yang diterima Antara, Sabtu, (27/6).

Kegiatan donor darah ini dilakukan Markas Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang.

Menurutnya, sejak awal Juni, Mabes Polri bersama Polda dan Polres hinga polsek melaksanakan sejumlah bakti sosial seperti donor darah, pembagian paket sembako kepada warga khususnya yang terdampak COVID-19, serta membersihkan kampung serta tempat ibadah.

Pihaknya juga mengapresiasi kesigapan PMI Kota Tangerang dalam pelaksanaan donor darah untuk menjaga persediaan agar tetap ada, sehingga warga yang membutuhkan selalu tercukupi, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini.

Selama pandemi, aktivitas warga tentunya terbatas karena ada pembatasan sosial, namun berkat upaya jajaran PMI, persediaan darah selalu terjaga dengan berbagai program salah satunya 'menjemput bola' langsung ke masyarakat.

Dihubungi secara terpisah, Ketua PMI Kota Tangerang Kuswarsa mengatakan aktivitas donor darah tetap aman dilakukan. Masyarakat diimbau selalu menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun serta menerapkan etika bersin maupun batuk.

PMI tetap memberikan pelayanan darah karena kebutuhan akan darah tentu tidak bisa ditunda, pasien di rumah sakit yang membutuhkan tranfusi harus juga mendapatkan perhatian. Namun, dengan kondisi seperti sekarang ini (pandemi) beberapa kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh lembaga instansi ada yang dibatalkan. Tentu hal ini sangat berpengaruh dengan persediaan darah di PMI.

"Edukasi juga kami lakukan kepada pendonor darah dan masyarakat bahwa donor darah aman dilakukan, Karena COVID-19 tidak ditularkan melalui donor," katanya. 
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020