Polisi perketat penjagaan pascapengambilan paksa jenazah COVID-19

Polisi perketat penjagaan pascapengambilan paksa jenazah COVID-19

Salah satu pos pengamanan tim gabungan Polres dan Kodim 0826 Pamekasan di rumah sakit Pamekasan. (Abd Aziz)

Pamekasan (ANTARA) - Jajaran Polres Pamekasan, Jawa Timur, kini mulai memperketat penjagaan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas dengan mendirikan posko keamanan pascaterjadinya pengambilan paksa jenazah positif COVID-19 di Kecamatan Waru pada 12 Juni 2020.

"Masing-masing rumah sakit dan puskesmas di Pamekasan kini dijaga oleh tim gabungan TNI-Polri," kata Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari kepada ANTARA, di Pamekasan, Kamis malam.

Selain bertugas melakukan penjagaan di rumah sakit dan puskesmas, personel gabungan ini juga ditugaskan untuk melakukan pengawasan dan pengawalan bagi para petugas medis yang menjemput pasien COVID-19 di rumahnya.

"Jadi, semua rumah sakit, kita dirikan posko, termasuk puskesmas," ujar Kapolres Djoko.

Baca juga: Polres Pamekasan usut pengambilan paksa jenazah COVID-19

Sementara, terkait kasus pengambilan paksa jenazah positif COVID-19 itu, Polres Pamekasan telah meminta keterangan kepada sejumlah pihak.

Antara lain petugas medis yang mengantar jenazah dan pihak keluarga yang meninggal dunia.

Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat, ancaman yang menimpa tim medis yang menangani pasien COVID-19 bukan di Kecamatan Waru saja, akan tetapi juga pernah terjadi di Kecamatan Proppo, saat tim hendak menjemput warga yang positif terpapar COVID-19.

"Kami berharap, kasus-kasus seperti itu tidak akan terulang lagi," ucap Syaiful.

Baca juga: Polda Jatim tindak lanjuti penjemput paksa jenazah COVID-19

Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemkab Pamekasan hingga 18 Juni 2020 ini, jumlah warga Pamekasan yang positif terpapar COVID-19 sebanyak 72 orang.

Perinciannya sebanyak 38 orang dirawat, 17 orang sembuh dan sebanyak 17 orang sisanya meninggal dunia.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 86 orang. Perinciannya, sebanyak 39 orang dalam pengawasan, 30 orang selesai pengawasan dan sebanyak 17 orang meninggal dunia.

Baca juga: Polisi tetapkan 12 tersangka pengambilan paksa jenazah COVID-19 Sulsel
Pewarta : Abd Aziz
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020