NasDem DKI minta Pemprov antisipasi lonjakan pengunjung mal

NasDem DKI minta Pemprov antisipasi lonjakan pengunjung mal

Mal Grand Indonesia kembali beroperasi normal. ANTARA/Aji Cakti/am.

Jakarta (ANTARA) - Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengantisipasi lonjakan pengunjung mal bahkan sampai kepada opsi penutupan apabila penerapan protokol kesehatan tidak dijalankan.

"Harus diantisipasi lonjakan pengujung mal. Ada semacam euforia warga ibu kota untuk mengunjungi mal yang ditutup sejak pembatasan sosial berskala besar diberlakukan di Jakarta," ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino di Jakarta, Senin.

Baca juga: Wali Kota Jaksel ingatkan pusat perbelanjaan patuhi protokol kesehatan

Wibi menekankan keamanan para pengunjung dari ancaman paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) mutlak harus diperhatikan saat pembukaan kembali mal di Jakarta, jangan sampai pembukaan mal di Jakarta justru menambah jumlah kasus COVID-19 di ibu kota.

Penerapan protokol kesehatan, lanjut Wibi, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan separuh kapasitas harus disiplin dijalankan, jangan sampai lengah. Jangan sampai pembukaan kembali pasar tradisional  menjelma menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.

Selain itu, harus ada kesadaran dari masyarakat bahwa COVID-19 masih ada dan bisa menyerang siapa saja. Karenanya, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan tidak bisa ditawar lagi, bila perlu aparat keamanan hendaknya ikut mengawasi semua mal.

Baca juga: Polsek Kebayoran Lama sidak kesiapan pusat perbelanjaan

"Konsistensi penerapan protokol kesehatan itu tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuat regulasi dan harus memastikan regulasi itu berjalan tegak lurus. Jangan dibuat untuk dilanggar," ucapnya.

Di samping itu, legislator NasDem ini juga meminta kepada pihak pengelola mal untuk memastikan seluruh regulasi itu dijalankan. Dia juga mendorong Pemprov DKI menindak tegas jika masih ada mal yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Jangan ragu-ragu untuk menutup kembali. Pemprov tidak boleh tunduk kepada pengusaha mal nakal," ucapnya

Wibi menambahkan fasilitas dan tenaga kesehatan juga harus turut diperhatikan dalam menghadapi masa PSBB Transisi di ibu kota. Hal tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan jika ada peningkatan kasus positif di Jakarta.

Baca juga: Polda Metro Jaya siap kawal pembukaan mal di Jakarta

"Kita harus pahami bahwa pembukaan mal di Jakarta bukan karena COVID-19 sudah bisa diatasi. Bagaimanapun sulitnya, arus lalu lintas dan masyarakat harus bisa dikendalikan," ucapnya.

Diketahui mal dan pusat perbelanjaan yang tidak hanya menjual bahan makanan diperbolehkan buka pada Senin ini dengan kapasitas maksimal 50 persen dari jumlah toko yang ada.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020