Presiden: Pembukaan tempat ibadah melalui tahapan ketat

Presiden: Pembukaan tempat ibadah melalui tahapan ketat

Dokumentasi - Presiden Joko Widodo bersiap melaksanakan Shalat Id berjamaah di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020). ANTARA FOTO/BPMI Setpres/Lukas/hma/aww.

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pembukaan tempat ibadah, aktivitas ekonomi serta sekolah dilakukan melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka reproduksi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Presiden seusai meninjau kesiapan penerapan prosedur normal baru di sarana ibadah, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa.

"Pembukaan untuk tempat ibadah, pembukaan untuk aktivitas ekonomi, sekolah, semua melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka dari R0 dan Rt," kata Presiden di Jakarta.

Baca juga: Presiden sebut kemungkinan Masjid Istiqlal dibuka kembali Juli 2020

Baca juga: Presiden minta segera disusun standar baru sektor pariwisata


Presiden mengatakan keputusan membuka aktivitas-aktivitas publik memakai data-data keilmuan yang ketat, sehingga diharapkan akan berjalan secara bertahap.

Pada kesempatan tersebut Presiden mengatakan bahwa renovasi besar yang tengah dilakukan di Masjid Istiqlal, Jakarta, hingga hari ini telah mencapai 90 persen.

Menurut informasi imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, diperkirakan renovasi akan selesai pada awal Juli 2020.

Kepala Negara hanya menitipkan pesan agar protokol kesehatan disiapkan guna memastikan masyarakat yang beribadah di Masjid Istiqlal dapat aman dari COVID-19.*

Baca juga: DMI sebut kapasitas masjid 40 persen saat normal baru

Baca juga: Kasus COVID-19 masih tinggi, Palembang isyaratkan perpanjang PSBB
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020