COVID-19 harus jadi inspirasi dalam memaknai Pancasila

COVID-19 harus jadi inspirasi dalam memaknai Pancasila

Antropolog budaya dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Pater Gregor Neonbasu, SVD. (ANTARA/dokumentasi)

Kupang (ANTARA) - Antropolog budaya dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Pater Gregor Neonbasu SVD mengatakan pandemi Virus Corona atau COVID-19 harus menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa untuk tetap setia pada arti dan memaknai Pancasila.

"Masa COVID-19 ini harus semakin memberi kita inspirasi untuk tetap setia pada arti dan makna Pancasila yang sesungguhnya," kata Pater Gregor Neonbasu kepada ANTARA di Kupang, Senin.

Menurut dia, Pancasila adalah gagang kehidupan dan menjadi pedoman bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Artinya tanpa Pancasila, tidak mungkin ada Indonesia sebagai bangsa dan negara", katanya.

Baca juga: COVID-19 dapat diatasi bila masyarakat mengejawantahkan Pancasila

Selama hari-hari kemerdekaan, Indonesia tetap eksis dan menjadi semakin jaya justeru karena Pancasila.

"Memang pada masa lalu ketika Indonesia dalam jaman Orba, Pancasila dipolitisir, Pancasila dikebiri, lalu dijadikan dan dipersempit ruang geraknya untuk kepentingan pragmatis tertentu," katanya.

Dia menjelaskan bahwa saat ini muncul diskursus baru untuk mengembalikan Pancasila sebagai dasar negara, pondasi kehidupan berbangsa, gagang kehidupan, dan modal dasar bagi kehidupan berbangsa yang bermoral dan beradab.

Karena itu, katanya, masa pandemi Virus Corona jenis baru (COVID-19) yang sedang dihadapi seluruh anak bangsa saat ini, harus semakin memberi kita inspirasi untuk tetap setia pada arti dan makna Pancasila, kata Pater Gregor Neonbasu.

Baca juga: Rektor UGM berharap Pancasila terus diaktualisasikan saat normal baru

Baca juga: Upacara Hari Pancasila daring, Bahlil dorong semangat gotong royong
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020