Pemkab Purbalingga intensif sosialisasi pencegahan COVID-19 di pasar

Pemkab Purbalingga intensif sosialisasi pencegahan COVID-19 di pasar

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi intensif menyosialisasikan upaya pencegahan penularan COVID-19 di pasar-pasar tradisional. ANTARA/HO-Humas Pemkab Purbalingga/am.

Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, intensif menyosialisasikan upaya pencegahan penularan COVID-19 di pasar-pasar tradisional guna meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah itu.

"Pagi ini kami melakukan sosialisasi mengenai COVID-19 dan mengenai pentingnya penggunaan masker, sosialisasi dilakukan di Pasar Badog Bancar," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Minggu.

Baca juga: Pemkab Purbalingga salurkan 38.113 bansos dari Pemprov Jateng

Bupati mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya juga telah melakukan tes cepat massal secara acak di pasar tersebut.

"Dari 26 orang yang dites, empat di antaranya hasilnya reaktif sehingga segera ditindaklanjuti dengan tes swab untuk mengkonfirmasi apakah positif COVID-19 atau tidak," katanya.

Baca juga: Bupati Purbalingga imbau desa sediakan tempat karantina

Bupati menjelaskan apabila ada warga Purbalingga yang hasil tes cepatnya menunjukkan reaktif maka prosedurnya akan diisolasi di rumah sakit dan dilakukan tes PCR atau swab.

"Jika nantinya hasil tes swab negatif maka akan dipulangkan, namun jika positif COVID-19 maka tetap diisolasi dan langsung dirawat," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa grafik kasus COVID-19 di Purbalingga masih mengalami kenaikan hingga saat ini.

Baca juga: Pasar Cileungsi Bogor ditutup sementara setelah jadi klaster COVID-19

"Pada saat ini ada 57 kasus positif COVID-19 di wilayah Purbalingga," katanya.

Untuk itu bupati meminta seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah ini.

"Terutama bagi pedagang dan pengunjung di pasar agar ikuti protokol kesehatan salah satunya terkait penggunaan masker," katanya.

Bupati mengatakan pasar tradisional masih dapat buka apabila menerapkan protokol kesehatan dengan optimal.

Baca juga: Sebelum wafat, pedagang Pasar Cileungsi tularkan COVID-19 ke istri

"Ketika bisa diimplementasikan dengan baik, sepanjang masih bisa menjalankan protokol kesehatan, pasar ini masih bisa tetap buka," katanya.

Untuk itu dia menegaskan bahwa pedagang dan pengunjung harus disiplin dalam mengikuti segala anjuran pemerintah.

"Para pedagang dan pengunjung diharapkan bisa mengikuti imbauan pemerintah dan bisa koperatif dengan pemerintah. Pasalnya saat ini pemerintah sedang konsentrasi untuk percepatan penanganan pandemi COVID-19," katanya.

Baca juga: Tiga pasien positif COVID-19 di Purbalingga dinyatakan sembuh

 

Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020