Dirjen: Prodi S2 Terapan harus mampu jawab tantangan setelah pandemi

Dirjen: Prodi S2 Terapan harus mampu jawab tantangan setelah pandemi

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat (29/5/2020). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan program studi Magister Terapan atau S2 harus mampu menjawab tantangan zaman setelah pandemi COVID-19.

"Ada kesempatan sangat besar pada waktu yang sangat berisiko, yaitu bagaimana lulusan S2 Terapan itu mampu menjawab tantangan perubahan zaman ini," ujar Wikan dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian program ini memberikan kesempatan para mahasiswa untuk mengetahui permasalahan secara komprehensif serta untuk menyiapkan tenaga kerja yang sangat profesional yang dapat berkontribusi pada pengembangan industri di Indonesia.

Mantan Direktur Sekolah Vokasi UGM itu menjelaskan, S2 Terapan menjadi alternatif pilihan studi untuk jenjang pascasarjana. Hingga saat ini, terdapat 23 politeknik dan beberapa universitas serta institut yang sudah membuka program S2 Terapan.

"Keberadaan S2 Terapan ini tujuannya untuk memberikan alternatif pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan SDM profesional," kata dia.

Baca juga: Kemendikbud resmikan prodi S2 Terapan Politeknik Negeri Padang

Baca juga: Kemendikbud minta kampus vokasi lakukan transformasi


Wikan mengatakan bahwa Program Magister Terapan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) profesional yang berkompeten sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Selain aspek teknis yang semakin dimatangkan, maka aspek kemampuan nonteknis dan kepemimpinan merupakan karakter keunggulan lulusan program itu.

Selain itu, kemampuan memecahkan masalah hendaknya dibentuk dengan skema pembelajaran berbasis proyek dan perkuliahan berbasis praktik yang tinggi untuk menguatkan kemampuan analisis pada problem-problem riil di industri dan dunia kerja.

Kemampuan teknis yang mumpuni tersebut, disertai wawasan perkembangan dan penerapan teknologi, serta ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

"Satu hal lagi yang tidak kalah penting yaitu, menciptakan inovator kreatif yang akan berdampak pada daya saing industri di kompetisi global," kata Wikan.

Dalam kesempatan yang sama, Wikan meluncurkan S2 Terapan Sistem Informasi Akuntansi Politeknik Negeri Padang (PNP).

Direktur Politeknik Negeri Padang Surfa Yondri menjelaskan bahwa program ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35337/A5/HK/2020.

Pada tahun ini, Kemendikbud akan meresmikan prodi Magister Terapan lainnya, yakni Politeknik Negeri Lampung dengan Program Studi Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Medan dengan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dengan Program Studi Teknik Keselamatan dan Risiko.*

Baca juga: Kemendikbud : vokasi harus beradaptasi dinamika kenormalan baru

Baca juga: Kemendikbud luncurkan gerakan "pernikahan massal" vokasi dan industri
Pewarta : Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020