Polisi amankan delapan mobil masuk Sumbar lewat jalan tikus

Polisi amankan delapan mobil masuk Sumbar lewat jalan tikus

Jajaran Polres Limapuluh Kota bersama petugas BPBD dan Dinas Kesehatan mendata penumpang yang mobilnya diamankan saat memasuki Sumatera Barat, Jumat (29/5/2020). ANTARA/Akmal Saputra/am.

Sarilamak (ANTARA) - Kepolisian Resor Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mengamankan delapan mobil dari Provinsi Riau yang mencoba masuk ke Sumatera Barat melalui jalan tikus (jalan yang kecil-kecil di pedusunan).

"Mereka berupaya melewati pos batas dengan memutar jalur Lipat Kain melalui Jalan Desa Baluang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau," kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo di Sarilamak, Jumat.

Delapan mobil yang diamankan dengan tujuan berbagai daerah di Sumbar, kata dia, akan diberlakukan sanksi penindakan berupa tilang.

Baca juga: Kemenhub akui banyak pemudik yang lolos lewat "jalan tikus"

"Tindakan ini kami ambil karena sudah melaksanakan sosialisasi dan berusaha tetap humanis dengan membelokkan mereka kembali. Namun, karena mereka masih berupaya menerobos, kami akan laksanakan penindakan hukum, yaitu proses tilang," ujarnya.

Kapolres menyebutkan Polres Limapuluh Kota akan terus bersiaga untuk mengawal jalur-jalur tikus guna mencegah kendaraan yang berasal dari Provinsi Riau masuk ke Sumbar.

"Jalur-jalur tikus yang dimungkinkan masih dilewati oleh angkutan orang, termasuk travel, terus kami antisipasi dengan memperketat penjagaan," katanya

Ia lantas menyebutkan delapan mobil tersebut, yakni Daihatsu Terios dengan nomor polisi BM-1791-JB tujuan Pasaman, Daihatsu Luxio nomor polisi BM-1788-NJ tujuan Pasaman, Daihatsu Luxio nomor polisi BM-1508-RO tujuan Pasaman Barat, Kijang Innova nomor polisi BM-1020-JC tujuan Kota Padang, dan Isuzu Panther nomor polisi BA-1690-QB tujuan Kota Padang.

Selanjutnya, Kijang Innova nomor polisi BA-1776-FZ tujuan Malalo, Isuzu Panther nomor polisi BA-1684-IB tujuan Kota Padang, dan Kijang Innova nomor polisi BA-1257-IC tujuan Kota Padang.

Baca juga: Warga gunakan jalan tikus untuk ziarah meski TPU ditutup

Sementara itu, penumpang tujuan Pasaman Barat Ermi mengaku telah melengkapi seluruh dokumen untuk bisa memasuki Sumbar.

"Saya berangkat ke Pekanbaru beberapa waktu lalu karena orang tua saya meninggal. Ketika mau pulang, saya sudah mengurus seluruh surat yang dibutuhkan untuk masuk ke Sumbar," ujarnya.

Ia tidak mengetahui kalau angkutan yang membawanya tersebut akan melewati jalan tikus.

"Saya mempunyai surat, jadi tidak ada yang saya takutkan kalau harus melewati pos pemeriksaan. Makanya, saya terkejut ketika dibawa melewati jalan tikus," katanya.

Baca juga: Jelang Lebaran, pencari surat keterangan bebas COVID-19 meningkat
Pewarta : Miko Elfisha
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020