Satpolair Banjarmasin selidiki mayat mengapung di Sungai Martapura

Satpolair Banjarmasin selidiki mayat mengapung di Sungai Martapura

Anggota Satpolair bersama tim 'emergency' gabungan melakukan evakuasi temuan mayat laki-laki yang mengapung di Sungai Martapura. (ANTARA/Gunawan Wibisono)

Banjarmasin (ANTARA) - Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Banjarmasin tengah menyelidiki mayat berjenis kelamin laki-laki yang mengapung di Sungai Martapura kota setempat.

"Mayat laki-laki itu mengapung dalam posisi tertelungkup di Sungai Martapura tepatnya di Dok Kapal PT SBSS Jalan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan," ucap Kasat Polair Polresta Banjarmasin AKP John Louis Letedara SIK di Banjarmasin, Minggu.

Dikatakannya, temuan mayat di perairan itu diketahui lebih dulu oleh Amiet Jamal (28) seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal TB Mandali dan seorang Satpam Hamsatun (54) yang berjaga di tempat kejadian.

Baca juga: Polsek Banjarmasin Tengah selidiki temuan mayat lelaki di kantor PDAM
Baca juga: Polisi selidiki jasad seorang pria ditemukan meninggal di Padang
Baca juga: Warga Merauke temukan korban kebakaran kapal LCT


Temuan mayat mengapung itu diketahui pada Minggu (26/4) sore, sekitar pukul 16.30 WITA, di mana saat itu Amiet ingin buang air kecil tiba-tiba melihat sebuah benda yang mengapung dikira boneka, namun setelah dilihat lebih jelas diyakini benda tersebut adalah sosok mayat.

Kemudian, Amiet langsung melaporkan temuan mayat itu kepada Hamsatun selaku Satpam di lokasi tersebut.

Tidak berapa lama setelah menerima laporan masyarakat, anggota piket Satpolair Polresta Banjarmasin langsung gerak cepat.

Menggunakan sarana Apung KP XIII 1003 28, anggota piket langsung menuju tempat kejadian perkara di Dok Kapal PT SBSS Jalan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

Selanjutnya, anggota dibantu tim 'emergency' gabungan melakukan evakuasi mayat yang belum diketahui identitasnya itu atau Mr X untuk dibawa ke Kamar Mayat RSUD Ulin Banjarmasin guna dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami masih menungggu hasil menyelidikan lebih lanjut yang dilakukan anggota di lapangan dan belum bisa dipastikan korban meninggal dunia karena tenggelam atau karena suatu tindak pidana," tuturnya.
Pewarta : Gunawan Wibisono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020