DPRD Tanjungpinang dan Bintan dorong PSBB di daerahnya

DPRD Tanjungpinang dan Bintan dorong PSBB di daerahnya

Relawan COVID-19 Tanjungpinang memberi bantuan beras kepada warga kurang mampu yang terkena dampak pandemi COVID-19 (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mendorong agar pemda mengusulkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerahnya.

Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang Ade Angga, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan PSBB perlu dilakukan mengingat pasien COVID-19 meningkat drastis.

"Pola penularan juga sudah transmisi lokal sehingga dibutuhkan kebijakan khusus (PSBB) untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang.

Angga juga merasa kecewa terhadap Pemkot Tanjungpinang yang tidak mempersiapkan sejak awal pelaksanaan PSBB sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9/2020.

Baca juga: Gugus Tugas dukung empat daerah di Kepri berlakukan PSBB

Baca juga: Tangani COVID-19, dua daerah ajukan PSBB ke Gubernur Kepri


Bahkan sampai sekarang Pemkot Tanjungpinang belum menyelesaikan kajian akademik terkait pelaksanaan PSBB. Kajian akademik itu penting untuk menangani dampak dari PSBB terhadap sektor strategis yang akan mempengaruhi masyarakat.

"Kami sejak awal terus mendorong agar kalangan akademisi dilibatkan dalam menangani persoalan COVID-19, dan sekarang pemikiran mereka dibutuhkan untuk PSBB," ujarnya.

Angga juga akan berkoordinasi dengan DPRD Batam dan DPRD Karimun agar PSBB di Tanjungpinang dilaksanakan bersamaan dengan Bintan, Batam dan Karimun agar terlaksana efektif.

"Kalau pelaksanaannya hanya di Tanjungpinang dikhawatirkan tidak optimal karena lalu lintas orang dari Bintan, Karimun dan Batam sangat tinggi," tuturnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Bintan, Agus Wibowo. Agus menambahkan kondisi Bintan sangat dipengaruhi Tanjungpinang. Meski hari ini, pasien positif COVID-19 di Bintan hanya dua orang, namun jumlah orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan dan orang tanpa gejala cukup tinggi.

"Kami sepakat, hari ini juga akan mendorong Pemkab Bintan untuk melaksanakan PSBB," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan jumlah orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 di wilayah itu pada Ahad (19/4) mencapai 1.167 orang, sama seperti kondisi sehari sebelumnya.

Ia menjelaskan, OTG di wilayah itu tersebar di Kabupaten Karimun sebanyak 31 orang, Batam 593 orang, 408 orang, Bintan 130 orang, dan Natuna 5 orang.

"Lingga dan Kepulauan Anambas tidak ada OTG," katanya.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kepri mencapai 234 orang. PDP di Kepri tersebar di Karimun sebanyak 14 orang, Batam 152 orang, Tanjungpinang 44 orang, Bintan 17 orang,
Natuna 4 orang dan Anambas 3 orang.

Jumlah PDP hari ini, kata Tjetjep berkurang 4 orang dibanding kondisi sehari sebelumnya.

Sedangkan jumlah ODP di Kepri mencapai 2.509 orang meningkat tiga orang dibanding kondisi sehari sebelumnya.

"Pasien positif COVID-19 sebanyak 52 orang, sama seperti sehari sebelumnya, terdiri dari Batam 29 orang, Karimun satu orang, Tanjungpinang 20 orang dan Bintan 2 orang," ucapnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020