Penjelajah Indonesia susuri garis Ekuator dengan sepeda motor

Penjelajah Indonesia susuri garis Ekuator dengan sepeda motor

Penjelajah Indonesia Jeffrey Polnaja atau biasa disapa Kang JJ mengeksplorasi benua Australia dalam misinya melakukan solo touring keliling dunia naik motor, ketika wabah COVID-19 menyerang, hal ini menjadi tantangan dalam menerapkan “physical distancing” yang dimulainya sejak Oktober tahun lalu. (ANTARA/HO/Dok.Kang JJ)

London (ANTARA) - Penjelajah Indonesia Jeffrey Polnaja atau biasa disapa Kang JJ saat ini sedang mengeksplorasi benua Australia dalam misinya melakukan solo touring keliling dunia naik sepeda motor, ketika wabah COVID-19 menyerang, hal ini menjadi tantangan dalam menerapkan “physical distancing” yang dimulainya sejak Oktober tahun lalu.

Misi kali ini diberi nama Equatoride dengan memilih jalur Ekuator atau menjelajahi kawasan negara-negara tropis dengan batas koordinat 23,5 lintang utara dan 23,5 lintang selatan, ujar Kang JJ dalam suratnya kepada ANTARA di London, Selasa.

Sebelum di Australia, Kang JJ terlebih dulu mengunjungi Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, serta Timor Leste. “Perjalanan kali ini adalah simbolisasi persaudaraan dunia dengan ‘menjahit’ sabuk tropis membawa nama Indonesia. Rencananya saya akan melintasi 25 negara yang berada di sepanjang garis ekuator. Menjadi tantangan tersendiri,” ujar Kang JJ didukung Eiger Adventure dalam penyediaan perlengkapan riding dan petualangan tropis.

Perjalanan rencananya berlangsung selama dua tahun ke depan ini dijalani Kang JJ dengan semangat. Diakui kakek dua cucu berusia 58 tahun ini, ia selalu bersemangat dalam setiap misinya keliling dunia. Kang JJ selalu memandang setiap perjalanannya sebagai bagian dari usaha untuk menikmati kebesaran Sang Pencipta.

“Prinsip saya; jangan buat batasan dalam hidup. Dengan usia yang tidak muda pada saat ini bukan berarti saya harus membatasi gerak dan berdiam diri. Yang penting adalah pola pikir dan selalu bersyukur kepada Tuhan,” kata Kang JJ.

Dalam setiap solo touring yang dijalaninya tak ada beban sama sekali dan ikhlas. Salah arah, motor rusak, hujan badai, panas kering, atau kehabisan bahan bakar adalah beberapa hambatan yang biasa dihadapinya dengan santai.

Meski begitu Kang JJ memiliki tips tersendiri untuk menjalankan setiap misinya. “Ada tiga pola yang saya terapkan pada diri sendiri. Yang pertama adalah pola pikir positif terhadap segala sesuatu, lalu menerapkan pola makan seimbang yang mencukupi kandungan vitamin, mineral, dan zat-zat lainnya yang dibutuhkan untuk daya tahan tubuh. Yang terakhir adalah pola hidup yang seimbang, istirahat cukup dan tidak memaksakan diri,” ulasnya.

Tak heran jika kemudian pada setiap solo touring-nya Kang JJ mengeksplorasi sebuah negara hingga ke daerah pelosok yang bahkan jarang didatangi orang. Ketika wabah COVID-19 menyerang, hal ini menjadi salah satu cara menerapkan “physical distancing” saat menjelajah Australia.

Sayangnya, saat ini Pemerintah Australia sudah menutup perbatasan antarnegara bagian yang diikuti dengan penutupan perbatasan antarkota. Maka siapa pun diimbau untuk tidak ke luar rumah dan dilarang ke luar kota, apalagi untuk menjelajah alam. “Bila kondisi sudah demikian, sebaiknya saya ambil langkah bijaksana untuk melakukan reschedule penjelajahan sampai semuanya kembali normal,” kata Kang JJ.

Hingga saat ini Jeffrey Polnaja memegang rekor sebagai pengendara motor terjauh nomor dua sepanjang sejarah dunia dengan total 99 negara yang telah dikunjungi dengan jarak tempuh 435.000 kilometer. Kang JJ juga mendapat julukan sebagai Wind Rider dan dinobatkan menjadi orang Indonesia pertama yang keliling dunia naik sepeda motor.

Lantas langkah apa yang sekiranya akan diambil Kang JJ untuk menghadapi segala tantangan misi Equatoride? Silakan ikuti akun Instagram @jjwindrider atau tonton serial video-nya melalui YouTube: Jeffrey Polnaja. Salam jelajah! 

 

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020