Khofifah: Kabupaten Kediri dan Gresik masuk daerah terjangkit COVID-19

Khofifah: Kabupaten Kediri dan Gresik masuk daerah terjangkit COVID-19

Peta sebaran wabah COVID-19 di wilayah Jawa Timur saat ditampilkan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis (26/03/2020). (ANTARA Jatim/ Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memaparkan Kabupaten Kediri dan Gresik masuk sebagai daerah terjangkit virus corona atau COVID-19 setelah terdapat warganya yang berstatus positif.

"Ada dua warga di Kabupaten Kediri dan seorang dari Gresik yang positif COVID-19 sehingga dua daerah itu masuk terjangkit," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis.

Baca juga: Pemprov Jatim luncurkan "Forum Obrolan COVID-19" daring

Berdasarkan laporan yang terdata hingga pukul 16.00 WIB, total di Jatim terdapat 59 orang positif COVID-19, yakni rinciannya 33 orang dari Surabaya, enam orang dari Malang Raya, delapan orang dari Magetan, delapan orang dari Sidoarjo, dua orang Kabupaten Kediri, satu orang dari Kabupaten Gresik dan satu orang dari Kabupaten Blitar.

"Dari 59 pasien yang positif ini, terdiri dari 35 pasien laki-laki dan 24 pasien perempuan," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Kemudian, untuk warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 221 orang atau bertambah 31 orang dibandingkan Rabu (25/3) sore yang jumlahnya 190 orang.

Baca juga: Jatim prioritaskan tes cepat COVID-19 di daerah terjangkit

Sedangkan, orang dalam pemantauan (ODP) terdapat sebanyak 3.055 orang atau bertambah 513 orang dibandingkan Rabu (25/3) sore yang jumlahnya 2.542 orang.

Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal dunia di Jatim sebanyak tiga orang, yaitu masing-masing satu orang di Malang, Surabaya dan Sidoarjo.

"Kepada pasien yang meninggal dunia, kami atas nama Pemprov dan rakyat Jatim turut duka cita. Semoga Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," katanya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa terdapat dua penambahan rumah sakit di Jatim yang dijadikan rujukan penanganan COVID-19.

Baca juga: Machfud Arifin beri bantuan 500 APD untuk tenaga medis di Jatim

"Semula ada 63 rumah sakit, tapi sekarang sudah 65 rumah sakit. Tambahannya yaitu RS TNI AU Magetan dan RS dr Soewandhie Surabaya," ucapnya.

Mantan menteri sosial itu juga mengingatkan kepada masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan, khususnya memberlakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mencuci tangan menggunakan sabun, berolah raga dan tinggal di rumah.

"Hindari tempat keramaian, seperti tempat wisata dan tempat nongkrong untuk sementara itu. Biasakan juga jaga jarak," tutur Khofifah.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Magetan satu keluarga
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020