Kapolda NTT prihatin dengan kondisi pasien DBD di Sikka

Kapolda NTT prihatin dengan kondisi pasien DBD di Sikka

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus (kanan) menyapa seorang anak pasien DBD yang dirawat di bangsal anak, RSUD TC Hillers Maumere, Sabtu (14/3). (ANTARA/Kornelis Kaha)

Maumere, Kabupaten Sikka (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Hamidin mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) yang saat ini dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka.

"Sungguh saya sangat prihatin karena saya melihat DBD ini hadir manakala kita secara nasional bahkan global menghadapi isu COVID-19 dan ini juga menjadi perhatian kita bersama," katanya kepada wartawan di Maumere, Sabtu (14/3).

Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Maumere untuk meninjau secara langsung sejumlah pasien DBD yang dirawat khususunya di RSUD Tc Hillers.

Pantauan ANTARA dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTT bersama istrinya, Ny. Julacmi Hamidin, juga menyerahkan beberapa bantuan berupa raket nyamuk listrik, kelambu dan juga obat nyamuk elektrik.

Tak hanya itu Kapolda bersama istrinya juga sempat berbincang-bincang dengan keluarga pasien DBD dan juga memberikan penguatan.

Komandan berbintang dua itu mengaku kasihan, karena ia melihat sendiri banyak anak-anak di usia yang belum mencapai sebulan sudah mendapatkan penyakit yang berbahaya itu.

"Saya juga secara pribadi merasa sangat kasihan karena anak-anak di usia yang masih dini, dua tahun ke bawah diinfus sungguh ini menjadi perhatian kita bersama," katanya.

Baca juga: Korban meninggal akibat DBD di NTT capai 39 orang

Orang nomor satu di Polda NTT itu juga menambahkan bahwa saat menggelar rapat dengan pemerintah daerah setempat, pihaknya juga sudah menyampaikan bahwa untuk ke depannya masalah DBD di daerah itu bisa dicegah secara bersama-sama.

Ia pun mengatakan bahwa penyebab DBD itu sendiri lebih banyak pada faktor kebersihan lingkungan. Oleh karena itu diperlukan kerja sama semua pihak sehingga kejadian DBD ini seperti saat ini tak terulang lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus ditempat yang sama, mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah kasus DBD di kabupaten itu sudah meningkat menjadi 1.312 dari sebelumnya 1.290 kasus.

"Sementara itu pasien yang dirawat berjumlah 94 orang yang tersebar di tiga rumah sakit seperti RSUD TC Hillers, RS Kewapante dan RS Lela. Sementara yang meninggal berjumlah 14 orang," tutur dia.

Petrus menambahkan untuk kebutuhan yang dibutuhkan saat ini adalah analiser hematologi, untuk mendeteksi awal virus demam berdarah dengue di kabupaten itu. 

Baca juga: Sudah 1.189 pasien DBD di Sikka sembuh
Baca juga: DBD belum mereda, aktivitas sekolah di Sikka dimundurkan waktunya

 
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2020