BPBD Lebak belum pastikan lokasi pembangunan hunian tetap

BPBD Lebak belum pastikan lokasi pembangunan hunian tetap

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, hingga sebulan lebih setelah bencana banjir bandang dan longsor belum memastikan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat yang tinggal di posko pengungsian.

Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, hingga sebulan lebih setelah bencana banjir bandang dan longsor, belum memastikan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat yang tinggal di posko pengungsian.

"Kami berharap pembangunan huntap itu bisa segera direalisasikan," kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Kaprawi usai rapat koordinasi penanganan bencana di Lebak, Rabu.

Penanganan bencana banjir bandang dan longsor sudah dilakukan dari penyelamatan, evakuasi masyarakat, juga pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar dengan terpenuhi kebutuhan logistik.

Sebagian korban bencana alam tinggal di posko pengungsian Dodiklatpur dan di tenda-tenda pengungsian.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah daerah segera melaksanakan pembangunan huntap jika sudah ada rekomendasi dari Badan Geologi.

Pihaknya belum menerima laporan dari Badan Geologi untuk lahan pembangunan relokasi bagi warga korban bencana alam.

Baca juga: Kemenko PMK siap bangun kembali pelayanan dasar usai bencana Lebak

Baca juga: Korban banjir Lebak masih bertahan di tenda pengungsian

Baca juga: Anak-anak korban banjir di Lebak butuh pelengkapan sekolah


"Kami berharap Badan Geologi dapat merekomendasikan lahan untuk relokasi yang akan dibangun huntap sehingga warga tidak lama tinggal di pengungsian," katanya.

Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara VIII dan perkebunan swasta yang memiliki lahan begitu luas.

Kemungkinan besar lahan bagi pengungsi tersebut di lokasi mereka karena di antaranya juga relatif aman dari ancaman banjir bandang dan longsor.

Pemerintah daerah juga kini melakukan verifikasi ulang untuk mengakurasi data warga yang mengalami rumahnya rusak berat, rusak ringan hingga hilang diterjang banjir bandang dan longsor.

"Semua warga yang menjadi korban bencana alam itu bisa menghuni huntap yang dibangun pemerintah daerah," katanya.

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di pengungsian mengaku bingung setelah rumahnya hilang diterjang banjir bandang dan longsor. Pemerintah daerah diharapkan secepatnya membangun huntap.

"Kami minta empat bulan ke depan warga yang tinggal di tenda pengungsian bisa tinggal di huntap," kata Udi, warga Seupang Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak.*

Baca juga: Korban banjir bandang Kampung Seupang-Lebak butuhkan sarana air bersih

Baca juga: Pascabanjir bandang, siswa MI di Lebak-Banten belajar di tenda darurat

Baca juga: Sungai meluap, rakit penyeberangan pelajar nyaris terseret arus
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020