Soal corona, Gubernur minta imigrasi perketat pemantauan wisatawan

Soal corona, Gubernur minta imigrasi perketat pemantauan wisatawan

Gubernur Sumsel Herman Deru. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemprov Sumsel)

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta petugas imigrasi untuk mempeketat pengawasan kedatangan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara ke provinsi ini untuk mengantisipasi virus corona.

"Upaya pencegahan tidak terlepas dari pihak imigrasi sehingga pengawasan perlu dimaksimalkan," katanya di Palembang, Selasa.

Sehubungan itu setiap pintu masuk ke Sumsel harus selalu diawasi sehingga kedatangan tamu dapat dipantau.

Jadi, kata dia, setiap gerbang masuk ke Sumsel baik melalui bandara maupun pelabuhan harus selalu diawasi sehingga kedatangan tamu dari luar termasuk luar negeri dapat terpantau.

Selain itu imigrasi perlu bekerja sama dengan Kemenkes dan Dinkes untuk melakukan deteksi dini bagi pendatang.

Meski begitu, kata dia, juga perlu dibarengi dengan peralatan pengukur suhu badan yang memadai.

Sementara dalam HUT ke-70 imigrasi beberapa waktu lalu gubernur mengatakan bahwa imigrasi menjadi cermin dalam pelayanan Indonesia.

"Imigrasi merupakan cerminan wajah Indonesia dalam hal pelayanan dimana bisa menseleksi siapa yang datang dan keluar," katanya.

Gubernur berharap bahwa keimigrasian dapat tetap berlaku sopan juga harus setiap saat menjadi guide bagi seluruh pendatang baru yang bertujuan baik bagi negara.

Memang telah ada perubahan yang signifikan pada pola pelayanan keimigrasian yaitu adanya penambahan kantor baru di pusat pelayanan, terutama dengan layanan elektroniknya.

Dalam kegiatan ini dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama Pemprov Sumsel dan Kemenkumham tentang pelatihan keterampilan untuk warga binaan permasyarakatan dan petugas pemasyarakatan.

Baca juga: Semua puskesmas di Sumsel diminta amati gejala virus corona

Baca juga: Menhub-Menkes-Menpar bahas pencegahan virus corona di Indonesia

Baca juga: Indonesia tunggu aba-aba China untuk evakuasi WNI di daerah karantina
Pewarta : Ujang Idrus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 1970