Sukarelawan MRI dilatih penyelamatan korban di perairan oleh ACT Sumut

Sukarelawan MRI dilatih penyelamatan korban di perairan oleh ACT Sumut

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara (Sumut) membekali sukarelawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumut kemampuan "water rescue" atau pertolongan dan penyelamatan korban dari perairan, di Taman Air Percut, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (26/12/2019). (FOTO ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara (Sumut) membekali sukarelawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumut kemampuan "water rescue" atau pertolongan dan penyelamatan korban dari perairan.
 
Pelatihan tersebut dilakukan di Taman Air Percut, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis.
 
Kepala Cabang ACT Sumut Fadhli Septavianra mengatakan menyiapkan sukarelawan dengan kemampuan mumpuni merupakan bagian dari kesiapsiagaan dan tanggap darurat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
 
"Dalam setiap bencana ACT selalu melibatkan relawannya yang berperan aktif dalam berbagai aksi dan bantuan penanggulangan bencana. MRI lah sebagai ujung tombak ACT dalam melayani masyarakat yang terdampak bencana," katanya.
 
Fadli menyebutkan, pelatihan yang digelar ini bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang merupakan bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Utara (Sumut) membekali suka relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumut kemampuan "water rescue" atau pertolongan dan penyelamatan korban dari perairan, di Taman Air Percut, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (26/12/2019). (FOTO ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
 
Ia memberi contoh seperti bencana tsunami di Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004. Selanjutnya gempa di Yogyakarta pada 26 Mei 2006. Lalu gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 26 Juni 2010. Dilanjutkan peristiwa meletusnya Gunung Merapi 26 Oktober 2010.
 
"Beberapa kali bencana besar telah melanda bangsa ini dalam dua dekade ini, dan terjadi pada tanggal 26. Walau mungkin hanya kebetulan, tapi secara data dan ilmiah ini terpapar jelas dalam sejumlah peristiwa. Tanggal 26 menjadi tanggal yang mencatat rentetan bencana di Indonesia bahkan di dunia," katanya.
 
Ia berharap, dengan pelatihan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan relawan ACT dan MRI dalam menghadapi bencana.
 
"Semoga kegiatan ini bisa memperkuat tim dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan 'water rescue'," kata Fadhli Septavianra.
 
Sementara itu, Ketua MRI Sumut Ali Sahniur mengatakan dengan diberi pengetahuan umum mengenai "water rescue" ini diharapkan para sukarelawan memiliki keahlian dan teknik untuk menyelamatkan diri dari bencana banjir.
 
"Selain itu, relawan juga dapat membantu untuk menyelamatkan korban banjir saat di lapangan," katanya.

Baca juga: Korban banjir di Langkat-Sumut mendapat bantuan ACT

Baca juga: ACT Sumsel - Pelindo II layarkan kapal Ramadhan ke wilayah perairan

Baca juga: ACT Sumbar bekali relawan kemampuan penyelamatan korban dari perairan
Pewarta : Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019