Kostra Tani momentum kebangkitan petani Indonesia

Kostra Tani momentum kebangkitan petani Indonesia

Ilustrasi - Petani melakukan pemupukan pada tanaman padi di salah satu kawasan lumbung padi Ngawi, Jawa Timur, Kamis (10/8). Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/zk/17. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) -- Inisiatif Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani) yang digagas oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dinilai menjadi salah satu momentum kebangkitan petani Indonesia.

"Ini sangat bagus karena Pak Menteri kelihatanya ingin membangun pertanian dari pinggiran. Artinya dari desa ke desa dan langkah itu sudah betul," ujar Anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar.

Menurut Mindo, DPR juga mendukung perampungan data yang dilakukan Mentan Syahrul dalam mengawali 100 hari kerjanya. Langkah Syahrul yang dinilai berkerja cepat ini merupakan langkah positif yang patut didukung oleh semua pihak.

"Kalau saya lihat eksekusi gayanya Menteri sekarang itu gaya Mantan Gubernur Sulsel ya. Jadi semuanya serba cepat dan terukur," katanya.

Mengenai hal ini, Mentan Syahrul mengatakan bahwa pembangunan Kostra Tani merupakan proyek jangka panjang yang sudah dilengkapi sistem artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk membangun pertanian sampai sudut pinggiran.

"Kita akan tarik semua komponen di desa untuk bersatu membangun pertanian. Kita juga akan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam mendukung program pertanian," katanya.

Selanjutnya, kata Syahrul, Kementan juga memiliki rencana kerja jangka panjang dan target utama berbasis manufaktur. Rencana tersebut diharapakan mampu membawa nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu, Kementan juga terus mendukung deregulasi perundangan yang menghambat investasi.

"Untuk melaksanakan seluruh kegiatan dan pencapaian target tersebut, kami telah mendistribusikan anggaran 2020 sebesar 21,05 triliun ke 11 eselon 1 seperti Badan Litbang yang mendapat tambahan 100 milyar dan PPSDM dengan anggaran Rp2.04 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp1,70 triliun," katanya.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 1970