Bursa inovasi desa Pasaman Barat ditampilkan untuk pengembangan daerah

Bursa inovasi desa Pasaman Barat ditampilkan untuk pengembangan daerah

Bursa inovasi desa di Pasaman Barat ditampilkan dalam rangka pengembangan daerah.

Simpang Empat,- (ANTARA) - Bursa Inovasi Desa (BID) gugus Utara Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menampailkan berbagai inovasi dalam rangka pengembangan daerah.

Pelaksanaan bursa inovasi itu menampilkan inovasi desa yang telah digagas Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) pada Kecamatan Gunung Tuleh, Sungai Aur, Lembah Melintang, Koto Balingka, Ranah Batahan dan Sungai Beremas.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pasaman Barat, Irwan, Sabtu  berharap berbagai inovasi dapat menyebar secara bertahap di seluruh nagari yang ada di daerah itu.

Baca juga: Dirjen: Pembangunan desa butuh pendampingan akademisi

Berbagai potensi yang ada untuk dapat digali dan dikembangkan sehingga dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap berbagai inovasi yang ada dapat meluas secara bertahap. Masing-masing nagari untuk dapat mereplikasi inovasi yang telah dilakukan oleh nagari lain," ujarnya.

Inovasi yang ditampilkan dalam bursa antara lain di bidang infrastruktur yakni, pembangunan jalan multifungsi, mengatasi pasar tumpah dan inovasi pembangunan kios wisata kuliner.

Lebih lanjut dikatakannya untuk bidang Sumber Daya Manusia (SDM) inovasi yang ditampilkan diantaranya, program Sebar Seru (Sedekah Bareng Sepuluh Ribu), Si Naga Cetting (Aksi Nagari Cegah Stunting) dan pustaka Ujung Gading jendela dunia.

Selain itu juga ada imbalan untuk anak imunisasi lengkap, pengolahan ikan dalam bentuk makanan bergizi dan sanggar tari kesenian tradisional Nagari Air Bangis.

Selanjutnya untuk bidang kewirausahaan, inovasi yang ditampilkan adalah teknologi tepat guna solusi efisiensi waktu dan tingkatkan produksi, Simpan Pinjam Perempuan (SPP) berbasis sukarela, mudahnya mendapatkan Madu murni dan pakan lele murah kadar protein tinggi.

Selain itu koneksi free mesin BPK dapat diganti dengan SPK, Pembalut Kain Wanita Cuci Ulang Mendulang Rupiah (Pemkawat) dan jaringan kemitraan penjualan ikan nelayan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Pasaman Barat, Etris Dsem berharap inovasi yang ditampilkan dalam bursa inovasi tahun ini dapat diadopsi oleh nagari untuk dianggarkan pada tahun 2020 mendatang.

"Kami berharap hasil dari bursa inovasi ini bukan hanya menjadi seremonial belaka, akan tetapi ada ide yang lebih inovatif untuk perkembangan dan percepatan pembangunan daerah," sebutnya.

Baca juga: Bupati OKU resmikan Bursa Inovasi Desa 2019 di Kecamatan SBR
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019