Cegah stunting di 60 wilayah, PUPR bangun tiga program padat karya

Cegah stunting di 60 wilayah, PUPR bangun tiga program padat karya

Bantuan untuk penyaluran air bersih dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (Dokumentasi Kementerian PUPR)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tiga program padat karya dalam upaya mencegah stunting atau gangguan pertumbuhan badan pada anak di 60 wilayah kabupaten atau kota.

"Apabila anak-anak Indonesia tidak mendapatkan air bersih dan sanitasi yang baik,akan berisiko stunting, ini harus dihindari. Oleh karenanya Pemerintah gencar untuk melaksanakan program penyediaan air bersih dan sanitasi," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memberikan dukungan terhadap program pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak balita melalui penyediaan sarana prasarana air bersih dan sanitasi.

Baca juga: Antisipasi kekeringan, Kementerian PUPR pantau ketersediaan air bersih

Dukungan ini diberikan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perdesaan Padat Karya dan Sanitasi Perdesaan Padat Karya di 600 desa di 60 kabupaten/kota.

Pada Tahun Anggaran 2019 Pamsimas dilaksanakan di 77 desa dari 33 kabupaten/kota. Lokasi Pamsimas di Sumatera sebanyak 14 desa di lima kabupaten, Jawa satu desa di satu kabupaten, Bali dan Nusa Tenggara 12 desa di enam Kabupaten, Kalimantan 13 desa di lima kabupaten, Sulawesi 13 desa di lima kabupaten, Maluku dan Papua 24 desa di 11 kabupaten.

Program SPAM Perdesaan Padat Karya dilaksanakan di desa tercatat angka stunting tinggi yang berada di luar kabupaten lokasi Pamsimas yakni tersebar di 103 desa di 13 kabupaten/kota.

Baca juga: Kementerian PUPR berupaya sediakan air bersih ibu kota baru

Rinciannya adalah Sumatera sebanyak satu desa di satu kota, Jawa 10 desa di satu kabupaten, Nusa Tenggara 10 desa di satu kota, Kalimantan enam desa di satu kabupaten, dan Papua 76 desa di satu kota dan delapan kabupaten.

Sedangkan pembangunan infrastruktur Sanitasi Perdesaan Padat Karya 2019 tersebar di Sumatera sebanyak 13 kabupaten, Jawa 11 Kabupaten, Bali dan Nusa Tenggara tujuh kabupaten, Kalimantan 10 kabupaten, Sulawesi sembilan Kabupaten, Maluku dan Papua 10 kabupaten.

Tahun 2019 alokasi anggaran untuk Pamsimas sebesar Rp18,7 miliar, SPAM Perdesaan Padat Karya sebesar Rp 44,95 miliar dan Sanitasi Perdesaan Padat Karya sebesar Rp 212,8 miliar.

Baca juga: Kementerian PUPR targetkan layanan air bersih 76,2 persen di 2019
Baca juga: Pemerintah dorong peningkatan program hibah air bersih
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019