Polres Jaksel tangkap tiga mahasiswa pengedar narkoba

Polres Jaksel tangkap tiga mahasiswa pengedar narkoba

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung (baju hitam) memegang barang bukti narkoba jenis ganja yang diamankan dari tiga mahasiswa di Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019). ANTARA/Laily Rahmawaty

Jakarta (ANTARA) - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga mahasiswa yang menjadi pemakai sekaligus pengedar narkoba jenis ganja, Kamis.

Kasat Reserse Narkoba Polda Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung mengatakan ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Fisip Jurusan Antropologi Universitas Indonesia (UI).

"Ketiganya ditangkap di wilayah Depok, mahasiswa aktif dari Universitas Indonesia," kata Vivick.

Baca juga: Rasa penasaran jadi faktor utama mahasiswa konsumsi narkoba
Baca juga: "Teror" narkoba di lingkungan kampus
Baca juga: Pusaran narkoba di lingkungan kampus ibu kota


Tiga mahasiswa tersebut terdiri atas dua orang pria dan satu orang wanita. Dua pria berstatus alumni yang sudah lulus, sedangkan wanita tercatat sebagai mahasiswa aktif semester akhir tengah menyusun skripsi.

Ketiga tersangka berinisial, yakni AHR, CR dan APP.

Dari tangan para tersangka, aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Selatan mengamankan barang bukti ganja seberat 130 gram dan 65 gram.

"Sangat banyak ini kalau dilinting bisa dapat ratusan linting dan jika dijual bisa dibayangkan ada banyak mahasiswa yang kena narkoba," kata Vivick.

Penangkapan terhadap ketiga mahasiswa tersebut dari hasil pengembangan yang dilakukan Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan.

Ketiganya ditangkap di kos-kosannya yang ada wilayah Depok pada 24 September. Mereka mengedarkan di wilayah Jakarta Selatan dan Depok.

Selain memakai untuk diri sendiri, para tersangka juga mengedarkan narkotika jenis ganja tersebut di lingkungan kampus maupun luar kampus.

"Pembelinya tidak hanya mahasiswa, mereka melayani siapa saja yang memesan," kata Vivick.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019