Kalsel siap jadi penyangga pangan ibu kota negara baru

Kalsel siap jadi penyangga pangan ibu kota negara baru

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menjadi sopor traktor saat panen raya di pertanian Desa Jejangkit Kabupaten Batola, Rabu (18/9) 2019. (Antaranews Kalsel/Humpro kalsel)

Marabahan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap menjadi salah satu daerah penyangga pangan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur seiring dengan keberhasilan pengembangan padi di lahan rawa Desa Jejangkit Kabupaten Barito Kuala.

Gerbernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor usai melakukan panen raya padi bersama masyarakat di Desa Jejangkit, Rabu mengatakan, panen raya tesebut sebagai bukti keberhasilan petani dan pemerintah dalam mengembangkan produksi padi di lahan rawa.

Kesuksesan tersebut, tambah dia, akan meningkatkan produktivitas pangan Kalsel, sehingga ke depan akan mampu menyuplai kebutuhan pangan di berbagai daerah di Indonesia, terutama bagi ibu kota baru.

Baca juga: Pemerintah tawarkan pengembang bangun kantor kedutaan di ibu kota baru

Sebelumnya, banyak pihak pesimistis tentang upaya pengembangan Desa Jejangkit sebagai kawasan pertanian lahan rawa, karena kondisi alam dan rawa di daerah tersebut yang memiliki keasaman cukup tinggi, sehingga dikenal sulit dikembangkan.

"Saya mengucapkan syukur atas keberhasilan panen yang dilakukan kali ini," katanya.

Menurut dia, Kalimantan Selatan berhasil melakukan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian terutama jenis padi.

Baca juga: Pemindahan ibu kota dongkrak kesempatan kerja hingga 10,5 persen

Areal lahan rawa yang digarap petani bersama segenap komponen, di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, untuk ditanami benih padi membuahkan hasil.

Pascaperingatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 pada 18 – 21 Oktober 2018, Desa Jejangkit Kalsel ditetapkan pusat sebagai Pusat kegiatan HPS.

Kini benih padi yang ditanam kala itu, mulai dipanen.

Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan panen kali ini tidak lepas dari kerja keras dari semua pihak.
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor tengah saat saat panen raya di pertanian Desa Jejangkit Kabupaten Batola, Rabu (18/9) 2019. (Antaranews Kalsel/Humpro kalsel)

"Tanpa sinergi,gotong royong dan rasa optimistis yang terus dibangun, tidak mungkin kita bisa mencapai kesukseskan," ucapnya.

Gubernur atau biasa disebut Paman Birin menghendaki proses tanam bisa dilakukan di musim kemarau dengan mengandalkan teknologi yang dimiliki.

Kendala teknis di lapangan seperti pengairan dan keasaman air yang cukup tinggi bisa diatasi sebagaimana usaha yang dilakukan sebelumnya.

"Program Serasi ini, juga dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan, karena lahan yang benar-benar digarap tidak ada yang terbakar," katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan panen di lahan Serasi ini merupakan lanjutan dari Hari Pangan sedunia pada 2018.

Menurut dia, luas lahan pertanian yang ditanam di Desa Jejangkit ini seluas 320 hektare. Jika satu hektare menghasilkan kurang lebih 6 ton maka akan didapat 1.920 ton. Tentunya ini akan menambah produksi padi yang sudah ada.

Syamsir juga mendorong para petani untuk menggarap lahan Jejangkit agar bisa melakukan tanam 2 kali bahkan lebih dalam satu tahun.

Sehingga, hasil panen yang didapatkan bisa lebih berlimpah dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jangan puas dengan satu kali tanam, jangan puas dengan satu kali panen, bukan untuk gubernur, bukan untuk kepala dinas, semuanya untuk para petani," katanya.

Samsir mengatakan, bila seluruh pihak mampu menjaga produktivitas padi maka Kalsel siap menjadi penyangga ibu kota negara baru.

"Berapa juta orang yang di Kaltim nanti yang memerlukan beras, tentunya kita akan menyuplainya," katanya.
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019