Ibu rumah tangga diduga curi dompet di rumah sakit

Ibu rumah tangga diduga curi dompet di rumah sakit

Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono memperlihatkan sejumlah uang yang diduga dicuri ibu rumah tangga berinisial WA di Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (17/9/2019). ANTARA/HO/Humas Polresta Banda Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Personel Polsek Kuta Alam, Polresta Banda Aceh, menangkap seorang ibu rumah tangga karena diduga mencuri dompet keluarga pasien yang tidur di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA).

Kapolresta Banda Aceh Kombes Polisi Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, ibu rumah tangga yang ditangkap tersebut berinisial WA.

"Tersangka WA diduga mencuri tas dompet milik Magfirah, warga Lam Leubok, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, pada Senin (9/9). Saat kejadian, korban tertidur setelah menjaga orang tuanya yang sakit," kata Dhiza.

Tersangka WA merupakan warga Desa Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan Rp3,6 juta dan satu lembar STNK sepeda motor.

Penangkapan tersangka WA berawal dari laporan korban ke polisi. Korban kehilangan dompet di sampingnya saat terbangun.

Baca juga: Remaja di Medan ditangkap karena mencuri 32 unit sepeda motor
Baca juga: Pedagang es yang mencuri pistol milik anggota Polri ditangkap
Baca juga: Polisi tangkap suami mencuri perhiasan milik istri di Nagan Raya Aceh


Dari laporan tersebut, personel Polsek Kuta Alam menyelidikinya dengan memanfaatkan kamera pemantau atau CCTV di rumah sakit milik Pemerintah Aceh tersebut.

Dari CCTV, personel mengidentifikasi wajah dan selanjutnya mencari tersangka. Tersangka ditemukan personel tertidur di depan Instalasi Gawat Darurat RSUDZA.

"Saat ditangkap, tersangka menyembunyikan barang bukti di pakaian dalamnya. Petugas meminta tersangka menyerahkannya karena pada saat penggeledahan terkendala tidak adanya personel polisi wanita," kata dia.

Saat ditangkap, tersangka bersama dua anaknya, balita berusia 10 bulan dan berusia 10 tahun. Kepolisian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Aceh terkait penitipan kedua anak tersangka.

Dari pengakuannya, tersangka beraksi dengan modus berpura-pura menunggu keluarganya yang sedang sakit dan bergabung tidur dengan keluarga pasien lainnya. Di saat korban tertidur, tersangka melakukan aksi

Tersangka terancam dijerat melanggar Pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan penjara lima tahun penjara. Kini tersangka ditahan di Mapolsek Kuta Alam untuk proses hukum lebih lanjut.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019