Sawah sudah dibajak, namun 4.000 hektare gagal tanam di Aceh Barat

Sawah sudah dibajak, namun 4.000 hektare gagal tanam di Aceh Barat

Ilustrasi: Petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Aceh Barat melakukan peninjauan dan pendataan sawah tadah hujan yang mengering di Desa Liceh, Bubon, Aceh Barat, Aceh (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Meulaboh (ANTARA) - Seluas 4.000 hektare dari total 8.000 hektare lahan sawah yang ditanami di Kabupaten Aceh Barat pada musim tanam gadu 2019 dipastikan gagal tanam, akibat musim kemarau.

"Hanya 4.000 hektare saja lahan yang bisa ditanami pada musim tanam lalu, sedangkan sisanya gagal tanam karena tidak ada sumber air," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Safrizal kepada ANTARA di Meulaboh, Kamis.

Kondisi ini terjadi karena lahan masyarakat yang sebelumnya sudah dibajak oleh petani, kemudian tidak mendapatkan sumber air termasuk curah air hujan karena musim kemarau.

Safrizal mengakui sebagian besar lahan sawah di Kabupaten Aceh Barat merupakan sawah tadah hujan dan hanya mengandalkan air hujan atau air sungai di sekitar sawah.

Dampak dari gagal tanam tersebut menyebabkan produksi padi di kabupaten setempat dalam tahun ini juga belum bisa dihitung secara pasti.

"Biasanya paling sedikit jumlah hasil panen padi petani di Aceh Barat mencapai lima ton per hektare," kata Safrizal menambahkan.

Menurutnya, kekurangan hasil panen padi petani tersebut diharapkan dapat ditutupi dari panen musim tanam rendengan yang akan dimulai pada bulan Oktober 2019. Ia berharap pada musim tanam rendengan tersebut hujan sudah turun.
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019