Kepolisian Bekasi jaring 6.377 pengendara dalam operasi Patuh Jaya

Kepolisian  Bekasi jaring 6.377 pengendara dalam operasi Patuh Jaya

Operasi Patuh Jaya 2019 oleh Polres Metro Bekasi di wilayah hukum setempat. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi berhasil menjaring  6.377 pengendara dalam operasi Patuh Jaya di wilayah hukum Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ribuan pengendara itu terjaring razia yang dilakukan Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi yang diadakan secara acak di 23 Kecamatan yang tersebar di 182 Desa, dan lima Kelurahan di Kabupaten Bekasi.

"Pengendara yang terjaring operasi Patuh Jaya sebanyak 6.377 pengendara, sebagian diberikan sanksi tilang dan teguran. Kebanyakan mereka melakukan pelanggaran dengan melawan arus," kata Kasubbag Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, AKP Sunardi, Kamis.

Baca juga: Polantas Bekasi sasar angkot nakal selama razia

Baca juga: Melawan arus pelanggaran terbanyak selama Operasi Patuh 2019 di Jakut

Baca juga: Polda Metro tilang 51.486 pengendara saat Operasi Patuh


Dia menjelaskan dalam kurun waktu 14 hari terdapat 6.377 pengendara yang ditindak. Dari jumlah tersebut 4.379 pengendara ditilang dan 1.998 pengendara diberi teguran.

"Hampir 35 persen pengendara melawan arus dari total pengendara yang ditilang atau sebanyak 1.331 pengendara," katanya.

Kebanyakan pengendara menyebut pelanggaran itu dilakukan karena dianggap tidak membahayakan padahal menurut Sunardi justru sangat membahayakan terlebih yang sering melawan arah. Mereka yang kedapatan melawan arus berdalih karena u-turn (putaran) terlalu jauh kemudian memilih melawan arus.

Selain terhadap pengendara yang melawan arus tilang juga diberikan kepada 1.128 pengendara yang melanggar rambu berhenti dan parkir, 354 pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar (SNI), 307 pengendara yang tidak melengkapi surat-surat berkendara, dan 303 pengendara karena persoalan kelengkapan kendaraan.

Kemudian 228 pengendara tidak menyalakan lampu utama kendaraan, 216 pengendara yang berboncengan lebih dari satu orang, 173 pengendara tidak menggunakan safety belt, 119 pengendara masih di bawah umur serta empat pengendara yang menggunakan rotator.

"Mayoritas pengendara sepeda motor yang terjaring," ungkapnya.

Dari hasil penindakkan tersebut pihaknya bakal melakukan pengkajian lebih lanjut untuk menentukan langkah strategis terutama untuk menekan angka pelanggaran.

"Yang jelas kami akan terus berupaya untuk berkampanye tentang keselamatan berlalu lintas dan Kabupaten Bekasi harus menjadi kawasan tertib lalu lintas," kata Sunardi.

 

Kesadaran tertib berlalu lintas warga Pandeglang membaik

Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019