Tokyo (ANTARA) - Harga minyak naik di perdagangan Asia pada Rabu pagi, setelah sebuah laporan industri menunjukkan bahwa stok minyak mentah di AS turun tajam minggu lalu, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan analis.

Minyak mentah berjangka Brent naik 43 sen atau 0,7 persen menjadi diperdagangkan di 62,81 dolar AS per barel pada pukul 00.53 GMT (07.53 WIB), sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 47 sen atau 0,8 persen menjadi 57,87 dolar AS per barel.

Harga minyak berakhir lebih rendah pada Selasa (10/9/2019), tertekan oleh spekulasi kembalinya ekspor minyak mentah Iran ke pasar menyusul langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat penasihat keamanan nasional John Bolton, seorang yang mengambil sikap keras terhadap Iran.

Baca juga: Harga minyak dunia menguat di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran

Tetapi mereka rebound setelah data American Petroleum Institute (API) yang dirilis Selasa malam (10/9/2019) menunjukkan stok minyak mentah dan bensin AS turun pekan lalu, sementara stok distilasi meningkat.

"AS belum mengubah nadanya (di Iran) dan Saudi benar-benar berusaha memperketat persediaan," kata Greg McKenna, ahli strategi di McKenna Macro. "Lihat saja data API pagi ini - menarik tujuh juta plus (barel) lainnya."

Angka-angka API menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 September menjadi 421,9 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 2,7 juta barel.

Baca juga: Harga minyak dunia naik lebih dari satu persen karena risiko Iran

Persediaan minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 1,4 juta barel, kata API, sementara minyak mentah di kilang naik 208.000 barel per hari.

Sementara stok bensin turun 4,5 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis akan penurunan 847.000 barel dalam jajak pendapat Reuters.

Harga telah naik tajam sebelum Bolton dikeluarkan, didorong setelah Pangeran Abdulaziz bin Salman, menteri energi baru Arab Saudi, mengatakan kebijakan kerajaan tidak akan berubah dan kesepakatan dengan produsen lain untuk mengurangi produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari akan dipertahankan.

Ekspor minyak mentah Iran dipangkas lebih dari 80 persen karena sanksi yang diberlakukan kembali oleh Amerika Serikat setelah Trump keluar tahun lalu dari perjanjian nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2019