KPAI: Inovasi dan kreativitas seni jangan melanggar norma

KPAI: Inovasi dan kreativitas seni jangan melanggar norma

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto (paling kanan), Komisioner Margaret Aliyatul Maimunah (dua kanan) dan personel Duo Serigala Variola May dan Clara Gopa saat jumpa pers seusai klarifikasi tentang muatan video yang diadukan masyarakat karena dinilai tidak pantas dan tidak sesuai dengan asas-asas kesusilaan di Jakarta, Kamis (22/8/2019).  (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan inovasi dan kreativitas seni jangan sampai melanggar norma-norma yang berlaku di Indonesia, termasuk norma-norma pelindungan anak.

"Silakan terus berinovasi karena kesenian akan kering bila tanpa inovasi. Yang harus diingat, kita terikat pada norma-norma yang berlaku di Indonesia," kata Susanto kepada Duo Semangka yang dipanggil untuk mengklarifikasi muatan video di Youtube karena diadukan masyarakat di Jakarta, Kamis.

Susanto berharap Duo Semangka juga mempertimbangkan anak-anak yang mungkin menonton penampilan mereka, terutama muatan-muatan yang diunggah di media sosial.

Menurut Susanto, sebuah karya seni seharusnya senafas dengan semangat tumbuh kembang anak sehingga memiliki dampak yang baik bagi anak-anak sebagai generasi bangsa Indonesia.

"Negara berkomitmen membangun karakter anak-anak Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berperilaku dan bertutur kata yang baik. Hal itu bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi seluruh elemen bangsa termasuk pekerja seni," tuturnya.

Tanggung jawab tersebut juga dimiliki oleh Duo Semangka karena banyak anak yang menonton penampilan mereka melalui berbagai media, termasuk media sosial.

Susanto mengatakan pihaknya menerima pengaduan masyarakat, termasuk dari kalangan guru, tentang video Duo Semangka yang dinilai tidak pantas dan tidak patut serta tidak sesuai dengan asas-asas kesusilaan.

"Pengaduan masyarakat tersebut sangat wajar karena merupakan bagian dari pendidikan anak," katanya.

Personel Duo Semangka Clara Gopa mengatakan hikmah pemanggilan oleh KPAI adalah agar Duo Semangka lebih berhati-hati dalam membuat sebuah karya dan muatan yang akan diunggah di media sosial.

"Kami tidak menyangka akan seperti ini. Dulu kami tidak mengira akan menjadi masalah," tuturnya.

Clara mengakui ketika Duo Semangka belum dikenal masyarakat, muatan yang ditampilkan cukup frontal dan vulgar, termasuk yang kemudian diunggah di Youtube.

"Pemanggilan ini menjadi pembelajaran bagi kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk menghibur dengan cara yang lebih positif," kata Variola May, salah satu personel Duo Semangka yang lain. 

Baca juga: KPAI-Duo Semangka sepakati berkreasi seni secara positif
Baca juga: MUI: lima stasiun tv tayangkan acara Ramadhan dengan sedikit masalahBaca juga: Bukalapak hadirkan tayangan edukasi anak-anak "Nussa"
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019