Harga minyak bervariasi karena penurunan stok AS dan tensi Iran-Barat

Harga minyak bervariasi karena penurunan stok AS dan tensi Iran-Barat

Ilustrasi - Pompa sumur minyak berlatar belakang bendera Iran. ANTARA/Shutterstock/Anton Watman/aa.

New York (ANTARA) - Harga minyak dunia bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor mencerna penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah AS pekan lalu dan memantau secara cermat ketegangan geopolitik antara Iran dan Barat.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, turun 0,45 dolar AS menjadi menetap pada 55,68 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober, naik 0,27 dolar AS menjadi ditutup pada 60,30 dolar AS per barel pada London ICE Futures Exchange.

Untuk pekan yang berakhir 16 Agustus, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 2,7 juta barel dari minggu sebelumnya, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (21/8).

Pada 437,8 juta barel, persediaan minyak mentah AS sekitar dua persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.

Maria Luiza Viotti, kepala kabinet PBB, menyerukan "dialog pengekangan dan tulus" untuk menghindari konfrontasi besar di Timur Tengah pada pertemuan Dewan Keamanan pada Selasa (20/8).

"Serangkaian insiden di Selat Hormuz dan jalur pelayaran yang berdekatan telah meningkatkan ketegangan ke tingkat berbahaya," katanya, seraya menambahkan "sangat penting bahwa hak dan tugas yang berkaitan dengan navigasi dihormati sesuai dengan hukum internasional."

Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (19/8) memperingatkan terhadap segala upaya yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk merebut kapal tanker minyak Iran yang dilepas pada 15 Agustus atas perintah Mahkamah Agung Gibraltar setelah 42 hari ditahan.

Kapal tanker minyak itu ditahan pada Juli di lepas pantai Wilayah Luar Negeri Inggris Gibraltar oleh Marinir Kerajaan karena dicurigai berusaha membawa minyak ke Suriah "melanggar sanksi Uni Eropa," tuduhan yang dibantah oleh pemerintah Iran.

Baca juga: Minyak naik sekitar dua persen setelah serangan di fasilitas Saudi
Baca juga: Minyak relatif stabil didukung meredanya ketegangan perdagangan
Baca juga: Harga minyak Asia naik seiring berkurangnya kekhawatiran resesi global
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019