Cegah buaya masuk rumah, warga diberi jaring

Cegah buaya masuk rumah, warga diberi jaring

Seekor buaya sungai Mentaya berhasil ditangkap warga Desa Jaya Kelapa, Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, Minggu (24/2). (Dok FOTO ANTARA/Untung Setiawan)

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membagikan jaring kepada warga untuk mencegah buaya masuk ke rumah dan menyerang warga.

"Kami serahkan jaring untuk tiga desa yaitu Bapinang Hulu, Hanaut dan Babirah. Ada 22 buah jaring yang kami berikan sesuai permintaan," kata Camat Pulau Hanaut  Eddy Mashami di Sampit, Minggu.

Pengadaan jaring tersebut dibiayai anggaran Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut dan diserahkan kepada warga melalui kepala desa masing-masing.

Pemberian jaring merupakan salah satu solusi untuk menghindarkan masyarakat dari serangan buaya. Jaring dipasang di depan pintu masuk rumah, khususnya warga yang rumahnya di pinggir sungai sehingga buaya tidak bisa masuk.

Berdasarkan beberapa kejadian sebelumnya, buaya naik ke darat sekitar rumah warga saat air sungai pasang, biasanya malam hari.

Beberapa waktu lalu bahkan ada warga yang kaget karena mendengar suara benturan di pintu rumah saat malam hari. Saat dibuka, ternyata buaya besar menganga di depan pintu, untungnya tidak sempat menyerang.

Baca juga: Buaya di Sungai Mentaya kembali resahkan warga

Masyarakat masih waswas karena buaya masih sering terlihat di perairan Sungai Mentaya wilayah Pulau Hanaut. Warga di kecamatan paling ujung di kawasan pesisir itu khawatir jadi korban keganasan buaya.

Pemasangan jaring di depan pintu masuk rumah dirasakan cukup membantu karena buaya tidak bisa masuk. Untuk itulah warga berharap bantuan jaring untuk mencegah buaya masuk ke rumah mereka.

Satwa ganas itu juga mencari makan dengan mengincar ternak seperti ayam, bebek dan lainnya.

"Kami berharap pemerintah desa juga menyiapkan jaring untuk melindungi warga dari serangan buaya. Warga yang tinggal di pinggir sungai yang cukup rawan karena buaya bisa naik ke darat saat sungai pasang," kata Eddy Mashami.

Sementara itu, buaya masih kerap muncul di Sungai Mentaya, khususnya di perairan sekitar Kecamatan Pulau Hanaut, Seranau, Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hilir Utara. Bahkan belum lama ini ada lagi warga yang diterkam buaya, untungnya gigitan buaya terlepas sehingga korban sempat menyelamatkan diri.

Baca juga: Seorang nenek di Kotim disambar buaya saat mandi
Baca juga: Ibu ini selamat dari maut setelah colok mata buaya
 
Pewarta : Kasriadi/Norjani
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019