Anggota DPR ingin anggaran SDM unggul dapat meningkatkan etos kerja

Anggota DPR ingin anggaran SDM unggul dapat meningkatkan etos kerja

Anggota DPR RI Komisi XI Hendrawan Supratikno saat istirahat Sidang RAPBN di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno mengatakan anggaran untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul harus dimanfaatkan untuk membangkitkan etos kerja dan kemampuan penalaran agar bisa mendorong kemajuan Indonesia ke depan.

"Pasti besar dananya, untuk mengukur efektivitasnya diukur dari output yang dihasilkan," kata Supratikno di Jakarta, Jumat.

Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp1.162,83 triliun untuk empat proyek utama mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

Dia mengungkapkan selama ini Indonesia mengalami ketertinggalan dari sisi kualitas SDM dibandingkan negara-negara lain. Pola pendidikan yang belum tepat menjadi akar masalah yang perlu diselesaikan

"Saat ini kita keteteran sekali itu sebabnya porsi pendidikan keterampilan, pendidikan vokasional, dan etos kerja masih perlu ditingkatkan," ujar politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa upaya mencetak SDM unggul merupakan langkah tepat yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang berbasis digital dan teknologi.

Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan di di Gedung DPR-MPR RI, Presiden Jokowi mengatakan berbekal inovasi, kualitas SDM, dan penguasaan teknologi Indonesia bisa keluar dari ketergantungan sumber daya alam menjadi negara industri berbasis manufaktur.

Menurut Jokowi, persaingan dunia yang semakin ketat dan disrupsi di berbagai bidang, membutuhkan kualitas SDM yang tepat. Karena itu, Indonesia membutuhkan SDM yang berbudi pekerti luhur, berkarakter kuat, menguasi keterampilan, dan menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan.

Dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah menyiapkan empat program untuk mencapai target SDM unggul.

Program pertama, yaitu percepatan pengurangan jumlah kematian ibu dan stunting dengan alokasi dana Rp26 triliun. Program kedua terkait pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan alokasi dana Rp330,1 triliun.

Kemudian program ketiga untuk pengembangan science technopark dan optimalisasi triple helix di empat universitas dengan anggaran Rp2,8 triliun. Terakhir program untuk digitalisasi dan integrasi bantuan sosial dengan dana sebanyak Rp803,93 triliun.

Baca juga: Mendikbud sebut fokus SDM unggul pada guru dan siswa
Baca juga: DPRD - Pemprov Babel bertekad bangun SDM unggul
Baca juga: Jokowi: Indonesia Maju bukan hanya karya presiden dan wapres
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019